Penumpang Sakit, Penerbangan Emirates Dikarantina

Arpan Rahman    •    Kamis, 06 Sep 2018 17:14 WIB
peristiwa unik
Penumpang Sakit, Penerbangan Emirates Dikarantina
Pesawat Emirates yang dikarantina di Bandara JFK New York. (Foto: ABC).

New York: Sekitar 100 penumpang dan awak didera penyakit sejenis flu selama penerbangan Emirates dari Dubai ke New York, Amerika Serikat (AS) pada Rabu 5 September.
 
Pesawat Airbus A380 itu sempat dikarantina di bandara John F Kennedy, New York, ketika mendarat dengan sekitar 521 penumpang selepas pukul 09:00 waktu setempat, kata otoritas Amerika Serikat.
 
"Pilot jet mengumumkan keadaan darurat medis sebelum mendarat. Ia melaporkan dua penumpang laki-laki teridap demam yang sangat tinggi dan sekitar 100 penumpang 'batuk tanpa henti'," menurut situs berita lokal ABC 7 NY.
 
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan medis atas penumpang dan mengevaluasi gejala mereka. Sementara ini masih memproses tes demi menentukan penyebabnya, para pejabat mengatakan gejala menunjukkan virus flu.
 
Seorang penumpang, Erin Sykes, memposting video dari para petugas yang mengenakan masker dan sarung tangan mengecek suhu penumpang di landasan.
 
Sykes berkata, dia melihat beberapa penumpang yang kali pertama diturunkan dari pesawat untuk penanganan medis. Tetapi dia menambahkan bahwa 'banyak' yang lain menunjukkan tanda-tanda penyakit.
 
Dia gambarkan mereka menderita "batuk yang sangat intens" dan menjadi "sakit keras -- banyak yang pergi ke kamar mandi".
 
Dilansir dari Telegraph, Kamis 6 September 2018, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan sekitar 100 orang mengeluh merasa sakit di Penerbangan Emirates 203. Gejala mereka termasuk batuk dan demam, agensi itu mengatakan.
 
"Sedikitnya 10 penumpang dibawa ke Rumah Sakit Jamaika di Queens buat perawatan. Sementara sembilan lainnya menolak perawatan medis," kata Eric Phillips, Juru Bicara Wali Kota New York City, Bill de Blasio.
 
Phillips berkata, beberapa penumpang tampaknya berasal dari Makkah, Arab Saudi -- yang saat ini mengalami wabah flu -- sebelum naik pesawat di Dubai.
 
Penumpang yang tidak terpengaruh dapat melanjutkan perjalanan beberapa jam setelah rencana mendarat.
 
Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan mereka memantau situasi dan Presiden Donald Trump sedang diperbarui sebagai informasi baru menjadi tersedia.
 
Emirates Airline yang berbasis di Dubai awalnya mengatakan bahwa 10 penumpang "sakit" pada penerbangan dan diangkut ke rumah sakit, tetapi tidak jelas mengapa ada perbedaan yang besar dalam jumlah yang dilaporkan.
 
Pesawat itu dibawa ke lokasi yang jauh dari terminal sehingga petugas darurat dapat mengevaluasi situasi, pejabat dari Otorita Bandara New York dan New Jersey mengatakan dalam sebuah pernyataan.



(FJR)