Macron Minta Roti Baguette Prancis Masuk Warisan UNESCO

Arpan Rahman    •    Minggu, 14 Jan 2018 18:10 WIB
peristiwa unik
Macron Minta Roti Baguette Prancis Masuk Warisan UNESCO
Seniman roti asal Jepang Mei Narusawa berpose dengan beberapa roti Baguette di Prancis, 25 Mei 2017. (Foto: AFP/PATRICK HERTZOG)

Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam mendorong agar roti Baguette khas negara tersebut dimasukkan dalam daftar warisan UNESCO. Macron menyebut Baquette telah membuat iri seluruh dunia.

Macron meminta agar UNESCO mengakui Baquette yang ikonik sebagai salah satu kekayaan budaya dunia.

Pernyataan disampaikan Macron dalam pertemuan dengan perwakilan konfederasi kuliner di Istana Elysee di Paris. Kalangan tukang roti meluncurkan gagasan tersebut setelah UNESCO menetapkan status "warisan tak berwujud" bagi metode khusus pemutihan adonan yang dipraktikkan pembuat pizza di Napoli, Italia.

Macron mengatakan Baguette adalah "bagian dari kehidupan sehari-hari di Prancis," dan pendaftarannya ke UNESCO juga turut memasukkan bahan-bahan serta metode pembuatannya.

"Para tukang roti di negara kami melihat keluarga Napoli berhasil mendapatkan pengakuan atas pizza mereka yang menjadi warisan dunia UNESCO. Mereka mengatakan, mengapa Baguette juga tidak mendapat status itu?" kata Macron seperti dilansir Deutsche Welle, Minggu 14 Januari 2018.

Berukuran panjang, Baguette adalah roti kering yang menjadi salah satu simbol kebudayaan Prancis paling terkenal di samping Menara Eiffel. Macron menggambarkannya sebagai "tradisi pagi, siang, malam untuk orang Prancis."

"Baguette itu membuat iri di seluruh dunia, kita harus mempertahankan keunggulan dan keahlian kita, dan karena itulah seharusnya masuk daftar warisan," serunya kepada kelompok tukang roti.

Adonan pizza terdaftar di UNESCO pada Desember, setelah 2 juta orang di seluruh dunia menandatangani petisi agar panganan khas Italia ini dimasukkan sebagai warisan dari UNESCO.



(WIL)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

16 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA