Warga Desa di China Berusaha Dapatkan Patung Buddha Berisi Mumi Biksu

Arpan Rahman    •    Minggu, 16 Jul 2017 11:55 WIB
peristiwa unik
Warga Desa di China Berusaha Dapatkan Patung Buddha Berisi Mumi Biksu
Pemindaian dengan Sinar-X terhadap sebuah patung Buddha memperlihatkan mumi seorang biksu. (Foto: DRENTS MUSEUM)

Metrotvnews.com, Amsterdam: Warga sebuah desa di China berjuang mendapatkan kembali mumi biksu berusia 1.000 tahun yang berada di dalam patung Buddha. Upaya diajukan lewat sebuah pengadilan di Belanda, Jumat 14 Juli 2017.

Patung berisi mumi biksu itu diambil dari sebuah kuil di desa kecil China, Yangchun, di provinsi Fujian pada 1995.

Penduduk desa mengatakan, seorang kolektor asal Belanda -- yang mereka tuntut di pengadilan -- membeli patung itu di Hong Kong pada 1996. Patung tersebut tidak terlihat selama ini, hingga akhirnya muncul di sebuah pertunjukan di Budapest dua tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah dengan gigih mencoba buat mengambil sejumlah artefak yang diklaim telah dicuri dari negara. Tapi sejauh ini hanya sedikit keberhasilan melalui jalur pengadilan.

Kasus terbaru semakin rumit karena kolektor bernama Oscar van Overeem diyakini telah memberikan patung berisi mumi itu penyalur lain yang identitasnya disembunyikan. Patung diberikan sebagai sebagai imbalan atas beberapa artefak Buddha.

Pemindaian Sinar-X

Keberadaan patung berisi mumi itu saat ini belum diketahui pasti.

Dalam kasus terbaru, patung Buddha yang dikenal sebagai Patriark Zhanggong, sudah berada di kuil penduduk desa selama berabad-abad. Patung itu juga disembah penduduk desa tetangga Dongpu.

Seperti laporan South China Morning Post, penduduk desa telah menyembunyikan mumi tersebut di rumah mereka, dan bahkan menguburnya di ladang selama masa penghancuran yang dilakukan atas nama Revolusi Kebudayaan China pada 1960 dan 1970-an, 

Sebuah pemindaian dengan Sinar-X terhadap patung itu beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa isinya adalah jasad seorang biksu, yang diperkirakan sudah berumur 1.000 tahun.

Menurut keterangan pengacara bernama Jan Holthuis kepada AFP, seperti dilansir BBC, Jumat, warga desa Yangchun dapat membuktikan mereka adalah keturunan biksu tersebut.

"Kami juga punya cukup bukti untuk menegaskan bahwa patung itu memang yang dicuri dari kuil," tambah Holthuis.


(WIL)