Gerhana Matahari Total Memukau Warga Amerika

Arpan Rahman    •    Selasa, 22 Aug 2017 14:59 WIB
antariksagerhana matahari
Gerhana Matahari Total Memukau Warga Amerika
Warga AS melihat gerhana matahari (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Para penatap langit berdiri terpaku di seantero Amerika Utara, pada Senin 21 Agustus 2017. Saat itu, matahari ditelan bulan dalam gerhana total yang langka. Melintasi benua itu dari pantai ke pantai untuk pertama kalinya dalam hampir satu abad.
 
Jutaan maniak pemburu gerhana dan pengamat bintang amatiran berkumpul di berbagai kota di sepanjang jalan dalam ketakjuban. Pada sebuah lokasi seluas 113 kilometer, yang melintasi 14 negara bagian Amerika Serikat (AS), tampaklah bulan sejenak menutupi seluruh cahaya matahari.
 
"Sangat indah, saya terharu mau menangis," kata Heather Riser, pustakawan 54 tahun asal Virginia. Ia duduk beralas selimut di Taman Waterfront pada rerumputan di Charleston. Di dekatnya, ribuan orang berkumpul sama-sama menyaksikan.

(Baca: Ini Foto Gerhana dari Luar Angkasa).
 
Sejumlah festival, pesta di puncak gedung, pernikahan, perjalanan berkemah, dan pertemuan astronomi digelar secara nasional. Kejadian ini kemungkinan menjadi gerhana yang paling banyak difoto dan didokumentasikan di zaman modern, berkat era media sosial.
 
Bagian paling hitam dari bayangan dikenal sebagai kegelapan total. Bulan menghalangi cahaya matahari dari bumi, dimulai sejak Lincoln Beach, Oregon, pada pukul 17:16 GMT.
 
Massa berkerumun dan bersorak menandai kegelapan mula-mula. Jauh di pedalaman, lebih dari 100.000 orang berkumpul di Madras, Oregon -- kota berpenduduk 7.000 jiwa. Menyaksikan fenomena yang disebut para ahli sebagai kondisi penampakan yang sempurna.
 
"Saya ingin melihat salah satu keajaiban dalam seluruh hidup saya, sebab saya mempelajari astronomi sejak saya masih kecil," kata profesor sains, Christine Sapio. 
 
"Saya pikir saya siap untuk itu -- tapi ternyata sama sekali tidak. Saya gemetar, menangis, saya benar-benar terkejut betapa cantiknya alam semesta," cetus Sapio, seperti disitir AFP, Selasa 22 Agustus 2017.
 
Di Los Angeles, suara mendesah kagum digumamkan kerumunan ribuan orang. Mereka berkumpul di Observatorium Griffith pada perbukitan di atas kota saat gerhana parsial dimulai.
 
Banyak yang harus menempuh kemacetan lalu lintas. Beberapa pengamat membuat proyektor lubang jarum mereka sendiri dari karton dan selotip. Yang lainnya, menonton sambil mengenakan kacamata gerhana matahari gelap yang istimewa.


 

 
Sungguh menakjubkan
 
Di pusat kota Charleston, South Carolina, titik terakhir di lintasan kegelapan total, berkerumun para wisatawan. Beberapa di antaranya berjejer mengenakan kaos khusus dan celana panjang motif bintang-bintang. Mereka mengintai di titik-titik utama di tepi pantai yang ramai.
 
Prakiraan badai petir mengancam akan menghalangi pandangan. Namun gerhana berhasil mengintip menembus awan tipis.
 
Para penonton di Waterfront Park menjerit dan bersorai ketika langit gelap di tengah siang, lampu-lampu jalan menyala, dan gemuruh guntur terdengar berderak di kejauhan.
 
"Sungguh menakjubkan," kata Dave Lichtenauer, 63 tahun, insinyur listrik pensiunan, yang menggambarkan peristiwa itu sebagai "setengah spiritual."
 
"Orang banyak di sini sangat menyukainya," tambahnya, berkomentar tentang keragaman dan kedamaian massa.
 
"Anda tidak mendapat banyak kesempatan untuk mengalaminya," ungkap Lichtenauer.
 
Sebuah bar memasang pengeras suara luar yang memantulkan irama musik "Total Eclipse of the Heart" milik Bonnie Tyler -- yang dia lakoni di kapal pesiar yang berlayar melewati jalur gelap sempurna.
 
Lagu kebangsaan tidak resmi buat pertunjukan surgawi itu melonjak ke puncak tangga lagu iTunes, bahkan melampaui lagu pop "Despacito".
 
Cuaca mendung dan badai petir menghancurkan harapan penonton melihat gerhana di beberapa tempat, termasuk Missouri. Sejumlah panorama paling jelas berada di sepanjang Pantai Barat.
 
Jangan lihat
 
Di ibu kota AS, Washington, hanya tampak totalitas 81 persen. Donald Trump menyaksikan gerhana parsial dari Gedung Putih bersama istrinya Melania dan putranya Barron. Meskipun sang presiden rupanya melupakan peringatan tentang gerhana: soal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
 
Pada satu titik, Trump memandang ke angkasa tanpa kacamata pelindung -- sangat tidak diperkenankan, menurut para ahli. "Jangan tengok," ajudan meneriakinya. Dia kemudian memakai kacamata.
 
Pengamat gerhana juga berbondong-bondong ke Museum Udara dan Antariksa Nasional Washington, tempat teleskop surya disiapkan untuk kejadian tersebut.
 
Di Meksiko, muncul gerhana parsial, penggemar astronomi memasang teleskop yang dilengkapi saringan matahari khusus di taman dan alun-alun berbagai kota.
 
Pengamat gerhana sering menggambarkan bahwa orang akan dicekam emosi saat langit menjadi hitam, burung-burung kembali ke sarang, dan cuaca menggigil.
 
"Inilah jenis peristiwa yang luar biasa dan melewati batas sensorik," pengamat gerhana, Fred Espenak, pakar astrofisika pensiunan NASA, mengatakan kepada AFP tentang gerhana matahari total pertama yang ia lihat di AS pada 1970.
 
Para ilmuwan berencana memabahas gerhana demi mempelajari lebih lanjut tentang korona super panas, atau atmosfer luar matahari.
 
"Sangat menyenangkan melihat begitu banyak orang yang tertarik pada alam dan sains serta fenomena menakjubkan ini," kata Kwayera Davis, profesor astronomi di College of Charleston.


Gerhana matahari yang terjadi di Amerika Serikat (Foto: AFP).
 
 
Berbagi pengalaman kosmik
 
Setelah berminggu-minggu kekacauan yang dipicu oleh kekerasan demo di Charlottesville, Virginia, beberapa komentator menyambut momen bernuansa nasional: gerhana matahari total di Amerika.
 
"AS yang terbelah akan bersatu hari ini, berbagi pengalaman kosmis yang diprediksi oleh metode dan peranti sains," cuit ahli astrofisika AS Neil DeGrasse Tyson. 
 
Ia sebelumnya menyarankan orang agar "meletakkan ponsel Anda dan menikmati pengalaman emosional ini, secara psikologis, secara fisik."
 
CEO Goldman Sachs, Lloyd Blankfein, menarik paralel yang lebih muram antara tontonan itu dan tantangan negara.
 
"Semoga bulan tidak menjadi satu-satunya bayangan di seluruh negeri. Kita berhasil melampaui yang satu ini, kita akan melewati yang lain lagi," dia menulis tweet.



(FJR)