Istana Buckingham Diajukan untuk Restorasi

Arpan Rahman    •    Sabtu, 19 Nov 2016 17:13 WIB
peristiwa unik
Istana Buckingham Diajukan untuk Restorasi
Istana Buckingham di Inggris (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, London: Istana Buckingham membutuhkan uluran dana pembayar pajak untuk dipugar agar tetap layak sebagai kediaman sang ratu. Tempat tinggal Ratu Elizabeth II di London belum diperbarui sejak Perang Dunia II. 
 
Dilansir Daily Mail, Jumat (18/11/2016), pejabat istana mengatakan, kebutuhan pekerjaan infrastruktur yang mendesak antara lain memperbaiki pipa, kabel listrik, dan pemanas ruangan.
 
Pekerjaan itu diperhitungkan berbiaya 369 juta poundsterling (setara USD459 juta) selama lebih dari 10 tahun. Renovasi dinilai penting menjaga bangunan dari kebakaran atau kerusakan akibat banjir. Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana, istana tidak perlu renovasi lagi sampai 2067, ketika Pangeran William berumur 85, atau lima tahun lebih muda dari monarki saat ini.
 
Pejabat istana mengaku jumlah tersebut sangat besar. Tetapi masyarakat diharapkan menyetujui pengeluaran bagi sebuah bangunan yang menjadi simbol negeri ini.
 
"Kami menerima tanggung jawab yang timbul  bila menerima dana masyarakat dengan sangat serius," kata Tony Johnstone-Burt, penanggung jawab administrasi urusan keluarga kerajaan. 
 
"Sama halnya, kami meyakini dengan investasi di Istana Buckingham kini kita dapat mencegah kerusakan bangunan yang akan jauh lebih mahal dan berpotensi bencana di tahun-tahun mendatang," imbuhnya.
 
Proyek ini akan dibayar melalui kucuran sementara melalui Sovereign Grant, sebagai persentase dari keuntungan Crown Estate.
 
Biaya perbaikan yang diminta telah ditentang kelompok kampanye anti-kerajaan, Republic.
 
"Sikap Kerajaan selalu sama: itu mereka pakai dan kita yang bayar," kata kelompok itu di Twitter. 
"Sudah waktunya kita mengambil alih istana dan mengubahnya menjadi museum kelas dunia," sebut kelompok tersebut.
 
Skala proyek sangat besar -- meliputi bagian-bagian dari istana yang tidak bisa dilihat publik dalam bangunan yang memiliki 775 kamar, termasuk 78 kamar mandi dan 19 kamar negara. Seluas 30.000 meter persegi lantai kayu, misalnya, perlu diangkat buat memperbaiki jalur kabel.


Istana Buckingham dijadwalkan akan direstorasi (Foto: AFP).
 
 
Demi memenuhi wawasan lingkungan Pangeran Charles, panel surya akan dipasang. Ratu dapat tetap tinggal di istana selama pekerjaan dilakukan, kendati Yang Mulia harus pindah ke bagian lain istana tatkala apartemen pribadinya direnovasi.
 
Proyek ini bervisi meningkatkan fasilitas pengunjung dan akses publik, sehingga lebih mudah diakses bagi penyandang cacat, misalnya.
 
Buckingham salah satu bangunan paling terkenal Inggris, latar belakang bagi acara-acara nasional, di balkon megahnya dirayakan kemenangan pasca-perang. Wisatawan berduyun-duyun ke pintu gerbang untuk menonton upacara pergantian penjaga, sedangkan fasad yang menghadap fitur Mall terbungkus bendera Inggris menjadi titik bidik foto jutaan orang.
 
Lebih dari setengah juta orang mengunjunginya saat pembukaan musim panas, rata-rata 90 ribu orang per tahun menghadiri resepsi negara, pesta kebun, dan acara resmi di Istana Buckingham.
 
"Turis tertarik ke negeri ini karena budaya kita, peninggalan, dan warisan kerajaan. Ketika mengunjungi semua tempat itu, mereka menghabiskan miliaran pound dan mendukung ribuan pekerjaan," kata David Gauke, sekretaris Departemen Keuangan. 
 
"Kami harus memastikan bahwa sifat arsitektur dan bersejarah yang khusus dari beberapa bangunan terbesar kita dilindungi untuk generasi mendatang," tuturnya.
 
Arsitek John Nash mengembangkan bangunan lama menjadi sebuah istana antara tahun 1825 hingga 1840. Ratu Victoria menambahkan balkon dan membangun sayap buat memperpanjang akomodasi dan hiburan.
 
Sempat dibom selama Perang Dunia II, pekerjaan restorasi dimulai pada 1950. Lewat inisiatif Duke of Edinburgh, galeri publik baru menampilkan karya-karya koleksi kerajaan dibuat di lokasi kapel yang pernah dibom dalam perang.
 
Keluarga kerajaan Inggris tidak perlu pergi jauh-jauh ke masa lalu buat melihat akibat bahwa api dapat menghancurkan struktur yang berusia ratusan tahun. Masih tersisa titik bekasnya dekat tirai yang memicu api berkobar selama berjam-jam di Windsor Castle pada 1992, tahun yang digambarkan ratu sebagai "annus horribilis" (tahun kengerian). Windsor adalah istana favorit Ratu, tempat dia konon menganggapnya sebagai rumah pribadi.
 
Kerusakan yang sama di sayap tunggal Istana Buckingham diperkirakan akan makan biaya 250 juta poundsterling.
 
Menggarisbawahi keadaan putus asa lantaran kerusakan tersebut, pejabat istana memajang gambar Clandon Park, sebuah mansion Palladian yang baru-baru ini musnah dimakan api, dan Royal Clarence Hotel, sebuah tengara di kota Exeter yang hancur, untuk menggugah kesadaran tentang mengapa restorasi harus dilakukan sekarang.
 
Pekerjaan yang paling penting di Istana Buckingham akan dimulai April 2017.

(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA