Dipaksa Sterilisasi, Wanita Jepang Tuntut Pemerintah

Arpan Rahman    •    Rabu, 31 Jan 2018 21:09 WIB
peristiwa unik
Dipaksa Sterilisasi, Wanita Jepang Tuntut Pemerintah
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Tokyo: Seorang wanita Jepang yang disterilisasi secara paksa pada tahun 1970an di usia 15 tahun menuntut pemerintah. Kasus ini pertama kali terjadi dari jenis tuntutannya.
 
Wanita yang tidak disebutkan namanya menjadi satu dari 25.000 orang yang menjalani prosedur di bawah hukum egenetika yang sudah tidak berlaku lagi.

Korban disterilkan karena mereka sakit jiwa atau mengidap kondisi seperti kusta. Sekitar 16.500 di antaranya diduga dioperasi tanpa izin. Beberapa masih berusia sembilan tahun saat itu.
 
Wanita yang sekarang berusia 60-an, mengambil tindakan hukum sesudah mengetahui bahwa dia disterilkan pada 1972 setelah didiagnosis menderita 'kegilaan turun-temurun'.
 
Dia mengalami masalah mental usai menjalani operasi untuk celah langit-langit mulutnya di kala bayi, laporan media Jepang.
 
Karena efek samping dari sterilisasi, dia kemudian harus membuang indung telurnya.
 
Wanita tersebut dilaporkan menggugat ganti rugi 11 juta yen (setara USD101.000) atas kerusakan hidupnya, dengan alasan pelanggaran hak asasi manusia.
 
"Kami telah mengalami hari-hari yang menyedihkan, kami muncul untuk membuat masyarakat ini lebih cerah," kata adiknya dalam sebuah konferensi pers, seperti disitir BBC, Selasa 30 Januari 2018.
 
Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato menolak untuk mengomentari kasus tersebut. Ia berkilah tidak mengetahui rinciannya.
 
Seorang pejabat dari kementerian kesehatan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pemerintah akan bertemu secara individual dengan korban sterilisasi paksa yang membutuhkan dukungan. Namun tidak memiliki rencana untuk menawarkan tindakan penutup kepada mereka semua.
 
Undang-undang egenetika berlaku di mana operasi terjadi di sana dari tahun 1948 sampai 1996.
 
Pemerintah Jerman dan Swedia, yang memiliki kebijakan egenetika serupa, telah meminta maaf kepada para korban dan membayar kompensasi.

(FJR)