Penipu di Thailand Divonis 13.000 Tahun Penjara

Willy Haryono    •    Sabtu, 30 Dec 2017 15:45 WIB
peristiwa unik
Penipu di Thailand Divonis 13.000 Tahun Penjara
Ilustrasi uang. (Foto: Medcom.id)

Bangkok: Sebuah pengadilan di Thailand memvonis lebih dari 13.000 tahun penjara kepada seorang pria yang terbukti bersalah dalam kasus penipuan berskala masif.

Pudit Kittithradilok, 34, mengaku telah menjalankan penipuan skema Ponzi, dimana dirinya menjanjikan keuntungan berlipat kepada para klien.

Sekitar 40 ribu orang tergoda untuk memberikan uangnya ke Pudit hingga lebih dari USD160 juta atau setara Rp2,1 triliun. Pengadilan menyatakan Pudit terbukti bersalah dalam 2.653 kasus penipuan dan peminjaman uang ilegal.

Karena mengaku bersalah, vonis terhadap terdakwa dikurangi hingga 6.637 tahun dan enam bulan penjara. Vonis awal adalah 13.275 tahun penjara.

Pudit kemungkinan tidak akan dipenjara lebih dari 20 tahun, karena hukum di Thailand menetapkan vonis maksimal masing-masing 10 tahun penjara dari dua kasus yang menjeratnya. 

Tim jaksa mengatakan kepada pengadilan bahwa Pudit menggelar sejumlah seminar. Di sana, ia mendorong para calon kliennya untuk menginvestasikan uang ke beragam bisnis di bidang properti, produk kecantikan, mobil bekas dan lainnya. 

Menurut kantor berita Bangkok Post, seperti dikutip BBC, Sabtu 30 Desember 2017, para investor dijanjikan keuntungan berlipat plus insentif jika bisa menarik anggota baru. 

Dalam skema piramida Ponzi, aliran uang dari anggota baru ini digunakan Pudit untuk membayarkan keuntungan ke klien lama. 

Putin ditahan di Penjara Bangkok sejak penahanannya pada Agustus lalu. Permohonan bebas dengan uang jaminan ditolak pengadilan.

Dua perusahaan Pudit masing-masing didenda USD20 juta. Pudit juga diperintahkan membayar USD17 juta kepada 2.653 korban, dengan bunga 7,5 persen per tahun.


(WIL)