Sengaja Tularkan HIV, Pria Inggris Dihukum Seumur Hidup

Arpan Rahman    •    Jumat, 20 Apr 2018 12:00 WIB
dunia unik
Sengaja Tularkan HIV, Pria Inggris Dihukum Seumur Hidup
Ilustrasi - Medcom.id

Brighton: Seorang pria Inggris dijatuhi hukuman penjara seumur hidup Rabu setelah pengadilan membuktikan dia sengaja menginfeksi lima laki-laki dengan virus HIV. Ia juga sudah mencoba untuk menginfeksi beberapa orang lain.

Daryll Rowe, penata rambut berusia 27 tahun asal Brighton, akan menjalani hukuman paling sedikit 12 tahun. Ini kali pertama di Inggris seseorang dipenjara karena "merusak tubuh" dengan sengaja menginfeksi orang-orang lain dengan HIV.

"Selama dia memiliki kekuatan di tubuhnya, dia akan menjadi risiko," kata salah seorang korban Rowe sesudah sidang, menurut Guardian. "Dia ancaman bagi masyarakat. Dia seorang sosiopat karena saya tidak berpikir dia memiliki rasa hormat terhadap perasaan orang lain," cetusnya, seperti disitat UPI, Kamis 19 April 2018.

Setelah Rowe didiagnosis mengidap HIV pada 2015, ia membuka aplikasi kencan gay demi mencari pria, berhubungan seks antara Oktober 2015 sampai Januari 2016. 

Setelah itu, dia mengirim pesan kepada korbannya dengan pesan mengejek, seperti "Saya mengidap HIV LOL. Ups," BBC melaporkan.

Pada akhir 2015, Rowe melanjutkan pelarian ke timur laut Inggris. Di mana dia terus mencari pria untuk berhubungan seks dan memberi nama palsu jika mereka mencari dia dan mendapati dirinya dicari polisi di Brighton. Dia akhirnya ditangkap pada Februari 2016.

Pengacara Rowe meminta Hakim Christine Henson QC untuk hukuman yang lebih ringan agar tidak melakukan stigmatisasi infeksi HIV.

"Ini bukan penyakit mematikan," kata pengacara itu, menurut Telegraph. "Mereka yang hidup dengan HIV memiliki harapan hidup yang baik dan tinggi." Dia menambahkan: "Mestinya benar-benar ada kebutuhan untuk terapi dan bukan penahanan."

Namun hakim Henson berkata, hukuman seumur hidup bukan soal "stigma terhadap siapa pun dengan HIV", tetapi tentang efek psikologis "dahsyat" yang ditimbulkan Rowe kepada para korbannya.


(FJR)