Curi Lukisan Rp2,5 Miliar dengan Santai, Pria Rusia Ditangkap

Arpan Rahman    •    Selasa, 29 Jan 2019 16:24 WIB
pencurianrusia
Curi Lukisan Rp2,5 Miliar dengan Santai, Pria Rusia Ditangkap
Foto dari rekaman kamera CCTV memperlihatkan seorang pria yang berjalan santai sambil membawa lukisan curian di sebuah galeri di Moskow, Rusia, 27 Januari 2019. (Foto: AFP/Handout/Russian Interior Ministry)

Moskow: Seorang pria Rusia ditangkap polisi usai mencuri satu lukisan senilai GBP140 ribu atau setara Rp2,5 miliar dari sebuah galeri di Moskow pada siang hari. Tertangkap kamera pengawas, pelaku terlihat begitu santai saat menjalankan aksinya.

Para pengunjung galeri Tretyakov kebingungan saat melihat seorang pria berjalan perlahan dengan begitu tenang ke arah sebuah lukisan. Pria itu kemudian mengangkat lukisan dari tempatnya, dan pergi meninggalkan galeri begitu saja.

Dilansir dari laman ITV, Selasa 29 Januari 2019, momen pencurian tertangkap kamera CCTV galeri. Dari rekaman video, terlihat galeri ramai dikunjungi warga pada Minggu 27 Januari. Lukisan yang dicuri adalah karya seniman Arkhip Kuindzhi berjudul Ai-Petri. Crimea yang memperlihatkan wilayah pegunungan.


Ai-Petri. Crimea karya Arkhip Kuindzhi. (Foto: AFP/HO/Russian Interior Ministry)

Aparat keamanan dari Kementerian Dalam Negeri Rusia telah menangkap pelaku yang berusia 31 tahun. Sementara lukisan yang dicuri ditemukan polisi di sebuah situs konstruksi dekat Moskow.

Dalam sebuah video yang diunggah kepolisian lokal, tersangka mengaku "tidak melakukan kejahatan apapun." Dia mengaku tidak dapat mengingat ada di mana dirinya saat pencurian terjadi.

Meski nilainya berkisar Rp2,5 miliar, lukisan Ai-Petri. Crimea dapat terjual dengan harga yang lebih tinggi lagi. Beberapa karya Kuindzhi lainnya telah terjual dengan total nilai GBP2 juta (setara Rp37 miliar).

Mei lalu, galeri Tretyakiv juga menjadi target kejahatan, saat seorang pria mencoba merusak sebuah lukisan dengan logam besi.

Menteri Kebudayaan Rusia mengaku akan memasang peralatan pendeteksi gerakan di semua museum nasional untuk mencegah pencurian dan aksi kejahatan lainnya.


(WIL)