Ganti Mas Kawin, Perempuan India Tuding Suami Curi Ginjal

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 08 Feb 2018 10:37 WIB
peristiwa unik
Ganti Mas Kawin, Perempuan India Tuding Suami Curi Ginjal
ilustrasi: AFP

New Delhi: Perempuan India menuding suami dan kakak iparnya mencuri salah satu ginjalnya sebagai pengganti mas kawin.
 
Laporan media lokal menyebutkan, sang suami pernah mengatur operasi usus buntu untuk istrinya, saat dia menderita sakit perut hebat dua tahun lalu. Perempuan ini baru mengetahui dirinya kehilangan salah satu ginjalnya setelah melakukan pemeriksaan di dua tempat berbeda pada akhir 2017.
 
Dilansir dari BBC, Kamis 8 Februari 2018, dia menuduh suaminya melakukan hal tersebut sebagai ganti mas kawin. Padahal, pembayaran mas kawin dari pengantin wanita ke pria telah dilarang di India sejak 1961. Namun beberapa orang masih mengikuti hukum adat tersebut.
 
Korban bernama Rita Sarkar mengatakan dia korban dari hukum tradisional tersebut.
 
"Suami saya membawa saya ke sebuah klinik kesehatan swasta di Kolkata. Dia dan seorang staf medis mengatakan saya akan baik-baik saja usai operasi usus buntu yang meradang beberapa tahun lalu," ujarnya kepada media Hindustan Times.
 
Dia mengaku suaminya menyuruh untuk tidak mengatakan pada siapa pun mengenai operasi tersebut. 
 
Beberapa bulan kemudian, Rita mengaku kurang sehat. Karenanya dia dibawa keluarganya ke dokter rumah sakit. Dia dipindai dan mendapati sebelah ginjalnya hilang.
 
Kemudian Rita melakukan pemeriksaan kedua untuk memastikan diagnosis itu benar. "Dan saya mengerti mengapa suami saya meminta untuk diam mengenai operasi tersebut," imbuhnya.
 
"Dia menjual ginjal saya, karena keluarga saya tidak dapat memenuhi permintaan mas kawinnya," lanjut Rita.
 
Inspektur Polisi Udayshankar Ghoshas, yang menangani kasus ini mengatakan, ada keterlibatan orang lain dalam kejadian ini. Menurutnya, sang suami bekerja sama dengan kelompok tertentu untuk mencuri ginjal istrinya.
 
Udayshankar menuturkan kasus itu sudah ditangani dan akan dihukum berdasarkan ketentutan Transplantasi Organ, serta pasal pembunuhan berencana.



(FJR)