Tersedak saat Makan Kue, Seorang Mahasiswa Ditemukan Tewas

Arpan Rahman    •    Selasa, 04 Apr 2017 20:36 WIB
peristiwa unik
Tersedak saat Makan Kue, Seorang Mahasiswa Ditemukan Tewas
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Connecticut: Sebuah universitas di Connecticut dirundung malang dan berkabung atas kematian seorang mahasiswa berusia 20 tahun. Gadis itu meninggal, Minggu 2 April, setelah tampak tersedak dalam sebuah lomba makan kue panekuk.
 
Seorang mahasiswa jurusan keperawatan sempat mencoba menyelamatkan nyawa Caitlin Nelson, seorang anggota junior dari perkumpulan mahasiswi Kappa Delta di Sacred Heart University di Connecticut.
 
"Dia menunjukkan tanda-tanda gawat medis setelah makan beberapa panekuk di acara Greek Life, Kamis 30 Maret malam," menurut Letnan Robert Kalamaras dari Kepolisian Fairfield, seperti dilansir Washington Post, Selasa 4 April 2017. 
 
Petugas menjawab dalam satu menit sebuah panggilan darurat 911, dan Nelson dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis namun stabil di malam itu.
 
Ayahnya, James Nelson, adalah seorang Syahbandar New York dan polisi New Jersey yang tewas saat mencoba menyelamatkan orang yang terjebak di World Trade Center setelah serangan 11 September, kata Kalamaras.
 
Kematian itu membawa duka bagi komunitas kampus, di mana ribuan orang menghadiri misa dan menyalakan lilin dadakan di luar kapel sesudahnya, berdoa, dan menghibur satu sama lain, menurut juru bicara universitas.
 
Dari profilnya di LinkedIn, Nelson menjalani kerja sosial di Sacred Heart dan relawan di Resiliency Center di Newtown, Connecticut, sebuah organisasi nirlaba yang membantu orang-orang yang jadi korban penembakan massal di Sekolah Dasar Sandy Hook.
 
Kapel tetap buka sepanjang malam, para staf kementerian kampus yang menangani pelayanan, kata juru bicara Sacred Heart, Deb Noack. Layanan konseling juga terus tersedia.
 
Bendera sekolah diturunkan menjadi setengah tiang untuk memperingati mendiang.
 
Kematiannya ditangisi di media sosial oleh teman-teman, dan oleh orang asing yang tersentuh dengan cerita ini.
 
"Ini peristiwa tragis," kata Kalamaras.
 
"Belasungkawa kami bagi keluarga, yang kehilangan orang yang mereka cintai dan untuk komunitas Sacred Heart, karena banyak dari mereka kehilangan seorang teman yang baik," pungkasnya.



(FJR)