Kementerian Malaysia Sebut Imlek 2018 sebagai Tahun Ayam

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 17 Feb 2018 15:07 WIB
perayaan imlek
Kementerian Malaysia Sebut Imlek 2018 sebagai Tahun Ayam
Iklan yang salah dari Malaysia (Foto: Channel News Asia).

Kuala Lumpur: Pemerintah Malaysia meminta maaf lantaran salah menampilkan iklan di sebuah surat kabar berbahasa Mandarin. Iklan perayaan Tahun Baru Imlek tersebut menampilkan gambar ayam jantan, padahal 2018 ini adalah tahun anjing tanah.
 
Gambar tersebut menampilkan ayam jantan yang suka menggonggong untuk menandai Tahun Anjing. Iklan itu pun banjir olokan karena hal tersebut.
 
Iklan satu halaman penuh yang dibuah Kementerian Dalam Negeri, Koperasi dan Konsumersime (KPDNKK) itu menunjukkan seekor ayam jantan yang memancarkan kata 'wang' yang artinya gonggongan anjing dalam Bahasa Mandarin.
 
"KPDNKK menyampaikan jutaan permintaan maaf atas tersiarkannya iklan Tahun Baru China. Hal ini disebabkan oleh kesalahan teknis dalam pengiklanan," demikian penjelasan KPDNKK dalam laman Facebook.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu 17 Februari 2018, iklan yang dicetak di surat kabar berbahasa Mandarin tersebut sebenarnya membawa pesan 'selamat tahun baru semoga menjadi tahun sejahtera'.
 
"Intinya ini hanya mencerminkan kebodohan belaka," kata pengguna Facebook, Tony Yeo.
 
"Iklan itu telah menimbulkan rasa malu bagi negara. Pemerintah sengaja berusaha menghindari penggunaan gambar anjing. Padahal tidak ada yang salah dengan penggunaan gambar anjing karena ini adalah salah satu hewan dalam zodiak China," komentar pengguna lain.
 
Tahun Baru Imlek dirayakan seluruh masyarakat etnis Tionghoa, kemarin Jumat 16 Februari 2018. Perayaan dilakukan untuk memulai Tahun Anjing dan mengakhiri Tahun Ayam.



(FJR)