Gadis Inggris Bekukan Jasadnya Setelah Meninggal Dunia

Arpan Rahman    •    Jumat, 18 Nov 2016 18:28 WIB
peristiwa unik
Gadis Inggris Bekukan Jasadnya Setelah Meninggal Dunia
Teknologi cryonics (Foto: Cryonics).

Metrotvnews.com, London: Seorang gadis Inggris yang telah meninggal dunia akibat menderita sakit memenangkan hak untuk membekukan jasadnya. Putusan, yang belum pernah terjadi sebelumnya, dijatuhkan Pengadilan Tinggi, Jumat 18 November.
 
Gadis 14 tahun asal London telah menulis kepada seorang hakim. Ia menjelaskan ingin memiliki kesempatan untuk "hidup lebih lama" setelah menderita sejenis penyakit kanker langka.
 
Secara teliti dia memutuskan untuk menjalani cryonics, proses di mana jasad dibekukan dengan harapan akan hidup kembali melalui bantuan kemajuan medis di masa depan.
 
"Saya baru 14 tahun dan saya tidak ingin mati tapi saya tahu saya akan mati," tulisnya kepada hakim, seperti dikutip NDTV dari AFP, Jumat (18/11/2016).
 
Bunyi surat itu, selanjutnya: "Saya pikir pengawetan ala cryo dapat memberi saya kesempatan untuk sembuh dan bangun lagi -- bahkan dalam waktu ratusan tahun."
 
Gadis itu mengambil tindakan hukum untuk meminta ibunya, yang mendukung keinginan sang anak, menjadi satu-satunya orang yang mengizinkan dirinya membuat keputusan tentang pembekuan jasadnya.
 
Orangtuanya telah bercerai dan ayah remaja itu semula keberatan dengan rencana putrinya.
 
Hakim Peter Jackson berkeputusan mendukung gadis itu, pada Oktober silam, menyusul sidang tertutup di Pengadilan Tinggi Inggris dan Wales di London.
 
Gadis itu terlalu menderita buat menghadiri sidang dan telah meninggal dunia, jasadnya kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan dibekukan secara kriogenik.
 
Kasus ini tidak dilaporkan sebelum Jumat sesuai keinginan gadis remaja tersebut, yang juga minta agar tidak satupun yang terlibat diidentifikasi.
 
Jackson mengatakan, keputusannya didasarkan atas perselisihan antara kedua orang tua gadis itu dan mencari upaya terbaik bagi kesejahteraan sang anak. Jadi bukan sains itu sendiri. Tapi berdasarkan apa yang disebutnya sebagai putusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
"Tidak mengherankan jika permintaan ini merupakan satu-satunya jenis permohonan yang belum pernah ada pengadilan di negeri ini -- dan mungkin di tempat lain," katanya.
 
"Ini contoh dari pertanyaan-pertanyaan baru di mana sains diajukan ke depan hukum -- mungkin sebagian besar dari semuanya terkait aturan keluarga," tambah Jackson.
 
Hakim menggambarkan kasus tersebut sebagai "kombinasi tragis" antara penyakit masa kanak-kanak dan konflik keluarga. Di sisi lain, hakim memuji gadis itu punya "cara yang gagah berani" menghadapi situasi.
 
Selama delapan tahun terakhir hidupnya, si gadis remaja tidak pernah bertemu muka dengan ayahnya, yang mengemukakan keprihatinannya soal biaya dan konsekuensi atas jasad putrinya yang dibekukan.
 
"Bahkan jika pun pengobatan berhasil dan dia dibawa kembali ke kehidupan, katakanlah, 200 tahun mendatang, dia mungkin tidak menemukan keluarganya lagi dan dia barangkali tidak ingat apa-apa," ungkap sang ayah pada Jackson.
 
Ayahnya telah berubah pendirian selama kasus itu berjalan, dan mengatakan, ia menghormati keputusan putrinya.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA