Metode Penanggalan Karbon Ungkap Sejarah Angka Nol

Arpan Rahman    •    Jumat, 15 Sep 2017 21:00 WIB
peristiwa unik
Metode Penanggalan Karbon Ungkap Sejarah Angka Nol
Manuskrip Bakhshali. (Foto: Bodleian Libraries, University of Oxford)

Metrotvnews.com, Oxford: Sebuah teks kuno yang disebut manuskrip Bakhshali memberikan sejumlah petunjuk mengenai asal mula angka "0" (nol).

Pada tahun 628 Masehi, matematikawan India Brahmagupta menulis teks pertama yang menggambarkan nol sebagai sebuah angka. Namun penelitian baru menunjukkan, ahli matematika di kawasan tersebut telah menuliskan konsep nol jauh sebelum itu -- jauh lebih lama daripada yang diyakini para pakar selama ini. 

Seperti dilaporkan Timothy Revell untuk New Scientist, metode penanggalan karbon (carbon dating) dari manuskrip Bakhshali menunjukkan bahwa cerita asal muasal nol ternyata 500 tahun lebih tua dari anggapan awal.

Naskah Bakhshali, yang ditemukan seorang petani pada 1881, adalah teks matematika yang terdiri dari 70 helai daun kulit pohon Birch. Terukir di halamannya berderet-deret ratusan titik yang menunjukkan titik nol. 

Teks itu tidak menggambarkan nol sebagai angka, dan menggunakan "titik" sebagai "pengganti sementara" atau "placeholder" dari nol. Titik dipakai untuk membedakan 1 dari 10 atau 100, misalnya.


(Titik dijadikan pengganti sementara angka nol. Foto: Bodleian Libraries, University of Oxford)

Lebih Tua dari Perkiraan

Berdasarkan sejumlah faktor seperti gaya penulisan dan konten matematika, para ahli berpikir manuskrip tersebut berasal dari abad ke-8 dan 12. Hal ini disebutlkan dalam siaran pers Universitas Oxford, tempat para peneliti menerbitkan teks Bakhshali untuk kali pertama belum lama ini.

Namun hasil penanggalan karbon menunjukkan beberapa halaman naskah ditulis antara tahun 224 dan 383 Masehi.

Hasil dari penanggalan karbon di manuskrip menunjukkan usia teks tersebut jauh lebih tua dari prasasti abad kesembilan di sebuah kuil di Gwalior, Madhya Pradesh. Sebelumnya, tulisan di prasasti itu diyakini sebagai contoh tertua dari angka nol yang digunakan sebagai "placeholder" di India.

Para kaum pemikir dari India bukanlah kelompok pertama yang menyebarkan placeholder; bangsa Babel dan Maya juga menggunakan simbol ini untuk menunjukkan tidak adanya nilai. Tapi India adalah tempat placeholder berkembang menjadi konsep nol sebagai angka yang bisa digunakan dalam perhitungan, seperti yang tercantum dalam teks Brahmagupta, menurut Hannah Devlin dari kantor berita Guardian

Faktanya, simbol titik yang muncul dalam manuskrip Bakhshali akhirnya berkembang menjadi "0" yang kita kenal sekarang.

Terobosan Matematika


Manuskrip Bakhshali ditemukan di Peshawar. (Foto: Bodleian Libraries, University of Oxford)

Pengenalan angka nol secara dramatis mengubah bidang matematika, sehingga menghasilkan segalanya, dari kalkulus hingga konsep vakum dalam fisika kuantum, ke sistem numerik biner yang menjadi dasar teknologi digital.

"Hari ini kita menerima begitu saja bahwa konsep nol digunakan di seluruh dunia dan merupakan blok bangunan utama dunia digital," kata Marcus du Sautoy, profesor matematika di Universitas Oxford.

"Tapi penciptaan nol sebagai angka, berevolusi dari simbol titik yang ditemukan dalam manuskrip Bakhshali, adalah salah satu terobosan terbesar dalam sejarah matematika," urainya, seperti dilansir Smithsonian Magazine, Kamis 14 September 2017.

Naskah Bakhshali disimpan di perpustakaan Bodleian Oxford sejak 1902. Namun, sampai 4 Oktober mendatang, teks yang luar biasa istimewa ini akan dipajang di Science Museum di London, sebagai bagian dari pameran besar tentang terobosan ilmiah, teknologi, dan budaya di India.



(WIL)