Disangka Teroris, Kedubes AS Interogasi Bayi Tiga Bulan

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Apr 2017 15:46 WIB
peristiwa unik
Disangka Teroris, Kedubes AS Interogasi Bayi Tiga Bulan
Harvey Kenyon-Cairns bersama ibu dan kakeknya. (Foto: Guardian)

Metrotvnews.com, London: Seorang bayi berusia tiga bulan terpaksa diinterogasi di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di London karena menyangkanya sebagai teroris.

Harvey Kenyon-Cairns, diinterogasi Kedubes AS di London akibat kesalahan kakeknya saat mengisi formulir visa.

Rencana Harvey untuk melakukan penerbangan perdananya menuju ke Florida, AS, pun harus tertunda lantaran kakeknya, Paul Kenyon mengisi kolom 'iya' pada pertanyaan keterlibatan dalam kegiatan teror, sabotase, dan spionase, pada formulir visanya.

"Aku tidak percaya bahwa mereka benar-benar memanggilnya. Itu kesalahan yang bahkan tidak mungkin dilakukan bayi berusia tiga bulan," kata Kenyon kepada Guardian, Senin 17 April 2017.

Harvey dibawa dari rumahnya di Poynton, Cheshire ke Kedubes AS di Grosvenor Square yang memakan waktu perjalanan sekitar 10 jam.

Kenyon pun mengatakan bahwa kolom itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Pasalnya, teroris pun tidak akan mengaku saat sedang mengisi formulir visa.

"Jika Anda seorang teroris pun, saya berpikir Anda tidak akan mengakuinya dan mencentang pilihan 'iya' dalam formulir itu, bukan?" ucapnya.

Akibat insiden ini, keluarga Harvey mengalami kerugian hingga USD3.750 atau setara Rp49,7 juta karena tidak bisa pergi ke AS dan tiket pesawat pun sudah dibeli.

"Ini kesalahan yang sangat mahal, tetapi aku berharap Kedubes AS menyadari bahwa itu hanya kesalahan sederhana," tuturnya lagi.



(WIL)