Lirikan Mata Seorang Wartawan yang Memicu Sensor di Tiongkok

Arpan Rahman    •    Kamis, 15 Mar 2018 21:05 WIB
peristiwa unik
Lirikan Mata Seorang Wartawan yang Memicu Sensor di Tiongkok
Liang Xiangyi (berbaju biru) viral di sosial media Tiongkok (Foto: Guardian).

Beijing: Selama bertahun-tahun, para koresponden asing memperdebatkan apakah akan memboikot konferensi pers sandiwara yang digelar Beijing. Alih-alih menghadirkan transparansi selama pertemuan puncak politik tahunan.
 
Pada Selasa 13 Maret seorang wartawan Tiongkok mengisyaratkan di sisi mana dia berada: matanya mendelik sambil berkata sarkastik. Pertunjukan itu membuat internet membara dan --pada masa-masa politik yang berbahaya di Tiongkok, saat ini-- mungkin juga telah menyebabkan sang wartawan dalam masalah.
 
Zhang Huijun, reporter dari sebuah kanal berbasis di Amerika Serikat yang memiliki hubungan dengan pemerintah Tiongkok, hadir di konpres Partai Komunis. Misinya 'menginterogasi' seorang pejabat Tiongkok tentang salah satu proyek raksasa yang dipelihara Xi Jinping, prakarsa Belt and Road.
 
"Saya Zhang Huijun, direktur eksekutif American Multimedia Television USA," kata wartawan tersebut memulai sebelum meluncurkan monolog 40 detik yang membosankan seperti tanpa arah.
 
"2018 adalah peringatan 40 tahun reformasi dan keterbukaan," Zhang mengoceh sebelum menyatakan: "Tiongkok akan terbuka lebih luas ke dunia luar."
 
Liang Xiangyi, jurnalis keuangan Shanghai yang berada di sebelah kanan Zhang, tidak mampu menahan diri. Matanya mendelik dan kepalanya menggeleng-geleng. "Wanita di sebelah saya itu idiot," Liang dilaporkan mengatakan kepada seorang rekannya. Kata-kata kasar itu bocor di media sosial.
 
Tanggapan Liang tertangkap kamera, disiarkan di televisi dan langsung disosialisasikan oleh media massa. Alhasil, memicu komentar dan meme.
 
Pada Selasa sore, ketika penyensor partai Komunis bergerak, nama reporter tersebut menjadi salah satu yang paling dicari.
 
Kata-kata tajam itu muncul pada salah satu momen politik paling peka dalam sejarah Tiongkok. Mungkin semuanya akan menghantui jurnalis tersebut.
 
"Pemberitahuan mendesak: semua personel media dilarang membahas insiden reporter berpakaian biru di media sosial," sebuah bocoran petunjuk sensor mengatakan menurut China Digital Times.
 
"Apa pun yang sudah diposting harus dihapus. Tanpa kecuali, situs web tidak boleh menelan episode itu," lanjutnya, seperti disitir Guardian, Rabu 14 Maret 2018.
 
Harian Hong Kong, South China Morning Post, mengutip seorang rekan jurnalis, melaporkan bahwa akses Liang untuk meliput kongres telah dibatalkan. Desas-desus beredar bahwa dia telah dipecat, akun Weibo wartawan itu juga telah ditutup.
 
Namun, sebagai tanda dukungan nyata, perusahaan tempat Liang bekerja, Yicai Media Group, memposting sebuah video dari wartawannya yang mengajukan pertanyaan kepada Menteri Perdagangan Tiongkok.
 
"Apa yang terjadi dengan perjanjian perdagangan bebas Tiongkok dengan negara lain? Apa hubungan antara perundingan perdagangan bebas Tiongkok dan sistem perdagangan multi-lateral? Dan bagaimana menurut Anda sistem perdagangan multi-lateral Tiongkok akan berkembang di masa depan?" tanya Liang, sebelum dengan percaya diri dan ringkas, mengucapkan:" Terima kasih!"


(FJR)