Dinyatakan Tewas 7 Bulan Lalu, Pria Thailand Pulang ke Rumah

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 21 Dec 2017 20:07 WIB
peristiwa unik
Dinyatakan Tewas 7 Bulan Lalu, Pria Thailand Pulang ke Rumah
Kepulangan Sakhon Sacheewa ke rumahnya mengejutkan banyak pihak. (Foto: Asia News Network).

Si Sa Ket: Kepulangan Sakhon Sacheewa ke rumahnya mengejutkan banyak pihak. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan ini kembali ke kampung halaman, setelah sebelumnya dinyatakan tewas.
 
Mendengar kejadian itu, Kepala Polisi Metropolitan Divisi 1 Metropolitan Thailand, Mayor Jenderal Zenith Samransamruadkit langsung menugaskan sebuah tim untuk menyelidiki kesalahan identifikasi mayat tersebut. Pasalnya, mayat pria yang diduga Sakhon sudah dikremasi oleh keluarga nelayan tersebut.
 
Sakhon merupakan nelayan yang bekerja di sebuah kapal di Nakhon Si Thammarat selama 14 bulan. Tujuh bulan lalu, dia dinyatakan tewas di sebuah kamar kontrakan di distrik Phra Nakhon.
 
Polisi menemukan sebuah salinan kartu identitas Thailand tanpa foto, salinan surat pendaftaran rumah tangga, kartu karyawan perusahaan keamanan yang semuanya berisi nama Sakhon Sacheewa. Pria itu meninggal karena infeksi di perut dan usus.
 
Polisi menghubungi kerabat Sakhon untuk mengambil mayat itu. Kepala Polisi Nang Lerng Bangkok, Pol Colonel Kampanart Arunkhiriroj menuturkan bahwa polisi telah mengikuti prosedur sesuai dalam melaporkan kematian pria diduga Sakhon itu.
 
"Prosedur untuk melaporkan kematian seseorang sudah dilakukan petugas kami," ujar Kampanart, dikutip dari laman AsiaOne, Kamis, 21 Desember 2017.
 
Setelah mengetahui Sakhon masih hidup, polisi memulai penyelidikan atas identitas almarhum pria tersebut. 
 
"Kami bahkan mengumpulkan sidik jari semua orang, termasuk majikan pria itu. Kami juga memeriksa transaksi keuangan untuk menemukan kerabatnya atau petunjuk lainnya," ungkap Kampanart.
 
Seorang rekan kerja mengatakan kepada polisi bahwa orang yang meninggal itu berbicara bahasa Thailand. Dia dilaporkan berasal dari Timur Laut.
 
Sakhon sendiri mengatakan seorang pria Myanmar telah mencuri kartu identitasnya. Makanya dia mengajukan sebuah laporan untuk mendapat kartu baru daru kantor distrik Khanom Nakhon Si Thammarat.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA