Koko, Gorila Pintar Bahasa Isyarat Meninggal di California

Fajar Nugraha    •    Jumat, 22 Jun 2018 14:08 WIB
peristiwa unik
Koko, Gorila Pintar Bahasa Isyarat Meninggal di California
Koko yang meninggal di Kebun Binatang Amerika Serikat (Foto: Gorilla Foundation).

San Fransisco: Seekor gorila betina yang berasal dari Afrika Tengah dan dilaporkan menguasai bahasa isyarat Amerika, meninggal dalam usia 46 tahun. 
 
"Gorilla Foundation dengan sedih mengumumkan kematian Koko yang kita sayangi," kata pusat riset itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat 22 Juni 2018. Koko pun diketahui meninggal dalam tidurnya.
 
Koko adalah salah seekor primata yang bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Primata lainnya yang punya kemampuan itu adalah Washoe, simpanse betina di negara bagian Washington, dan Chantek, orangutan jantan di Atlanta.
 
"Koko juga mengerti sedikit bahasa Inggris. Walaupun sebagian pakar mempertanyakan kepandaian Koko menggunakan bahasa isyarat, gorila itu dianggap telah menjadi 'duta besar' bagi jenisnya," kata para pengasuhnya.
 
Populasi gorila saat ini terancam oleh usaha penebangan kayu dan penangkapan hewan secara liar.
 
Gorilla Foundation mengatakan Koko telah menyentuh kehidupan jutaan orang dan menjadi ikon bagi 'komunikasi antar-spesies' dan 'empati'.
 
Koko lahir di Kebun Binatang San Francisco tanggal 4 Juli tahun 1971 dan diberi nama Hanabi-ko, yang dalam bahasa Jepang berarti “Anak Kembang Api”, karena hari kemerdekaan Amerika itu biasanya dirayakan dengan pesta kembang api.
 
Gorila itu pernah muncul dalam berbagai film dokumenter dan tampil sebagai foto halaman muka majalah National Geographic dua kali. Salah satu dari dua foto itu dibuat oleh Koko sendiri dengan menggunakan cermin.
 
Dalam 1998, Koko ikut berkomunikasi lewat internet dan disebut sebagai 'chat antar-spesies' yang pertama. Koko mengatakan 'saya suka minuman' lewat seorang penerjemah yang diteruskan kepada puluhan ribu peserta chat internet.


(FJR)