Jelang Halloween, Badut Seram Berkeliaran Ancam Warga AS

Sonya Michaella    •    Rabu, 12 Oct 2016 15:06 WIB
peristiwa unik
Jelang Halloween, Badut Seram Berkeliaran Ancam Warga AS
Badut menyeramkan yang mengancam warga (Foto: Daily Mail)

Metrotvnews.com, South Carolina: Amerika Serikat (AS) kini sedang diramaikan oleh desas-desus 'badut seram' yang membawa parang di jalanan.
 
Seperti dilansir Time, Rabu (12/10/2016), beberapa laporan mengatakan bahwa badut-badut tersebut berusaha untuk memikat anak-anak dan membawanya ke dalam hutan.
 
Penampakan badut pembawa parang ini telah muncul di Alabama hingga Wsconsin. Sedikitnya tujuh orang mengaku mendapat ancaman teroris dari badut-badut tersebut.
 
Tak hanya di jalanan, badut-badut seram tersebut juga merambah ke universitas dan menakui para mahasiswa, seperti di Pennsylvania dan Connecticut.
 
Masalah ini pun mendapat tanggapan dari juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest yang mengatakan bahwa fenomena ini terbilang cukup serius.
 
"Saya belum tahu apakah presiden sudah tahu. Namun, jelas ini situasi yang cukup serius di Amerika," tegasnya.
 
Bahkan, di New York, kepolisian diturunkan ke jalan-jalan untuk mengamankan para warga yang sempat ketakutan dengan kemunculan badut tersebut. Sebelumnya, ada seorang anak kecil berusia 16 tahun dihadang oleh badut yang membawa pisau dapur di sebuah kereta bawah tanah di New York.
 
Badut-badut biasanya memang muncul di negara-negara tertentu yang merayakan Halloween. Menjelang 31 Oktober nanti, sejumlah negara seperti AS sudah mempersiapkan perayaan Halloween.
 
Namun, para 'badut-badut' yang memang sungguh-sungguh bekerja menjadi terancam pula. Pasalnya, pekerjaannya tersebut kini menjadi sosok menyeramkan.
 
"Orang-orang menatap saya seolah saya akan menyakiti mereka. Kami tak seperti itu. Pelaku yang membahayakan orang lain dengan memakai kostum badut harus ditangkap," ujar Jordan Jones, seorang yang bekerja paruh waktu sebagai badut.



(FJR)

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

Pelaku Serangan London Tak di Bawah Kendali ISIS

28 minutes Ago

Tidak ada bukti bahwa pelaku serangan, Khalid Masood tergabung dalam kelompok radikal mana pun…

BERITA LAINNYA