Ingin Lihat Lava Kilauea Mengalir ke Laut, Wisatawan Didenda

Arpan Rahman    •    Rabu, 01 Feb 2017 16:46 WIB
peristiwa unik
Ingin Lihat Lava Kilauea Mengalir ke Laut, Wisatawan Didenda
Wisatawan (tanda panah putih) yang terlalu dekat dengan aliran lava (Foto: NPS).

Metrotvnews.com, Hawaii: Pihak berwenang mencegah pengunjung memasuki areal terlarang di dalam Hawaii Volcanoes National Park untuk melihat lebih dekat lava yang muntah ke laut. 
 
Aparat penegak hukum Jawatan Taman Nasional itu telah menangkap 28 orang sejak sebuah delta besar runtuh sebulan lalu, membentuk jalur api lava.
 
"Apa yang tidak biasa dari ihwal yang satu ini adalah seberapa lama akan bertahan," jelas Matthew Patrick, ahli geologi di USGS Hawaii Volcano Observatory. 
 
"Dalam kebanyakan kasus, Anda bisa mendapati delta lava terbentuk dalam hitungan hari dan beberapa bentuk hanya cenderung mirip tabung," tambahnya, seperti dilansir Hawaii News Now, Rabu (1/2/2017).
 
John Tarson, pemilik perusahaan tur Epic Lava, berkata, dia sudah memergoki orang-orang di daerah tertutup sekitar laut. Mereka masuk hampir setiap hari sejak tangkuban lava hancur di malam tahun baru.
 
"Ada beberapa wisatawan yang sedang bertengger di birai kecil, tampak seperti mungkin tidak lebih dari 50 kaki dari jalur api, seperti itulah, dan ada ledakan besar, reruntuhan jatuh di sekitar mereka," katanya.
 
Para pengunjung yang didenda karena "melanggar larangan" harus membayar sebesar USD130. National Park Service sudah mulai mengerahkan personel di dekat jalur laut.
 
"Penutupan ditandai sangat baik oleh rambu-rambu, ditambah dengan garis tali. Kami juga menugaskan para penjaga taman nasional dan staf kru letusan menyebar ke daerah pesisir," imbuhnya Jessica Ferracane, petugas humas Hawaii Volcanoes National Park.
 
Sebuah tim dari Observatorium Gunung Berapi Hawaii (HVO) sejenak memeriksa celah tanah di tebing laut, tepat di atas jalur masuk laut, sepekan terakhir. Ahli geologi mengatakan, suhu di dalam celah yang hanya selebar 0,3 meter mencapai hingga sekitar 428 derajat Fahrenheit.
 
"Jelas ini tanda bahwa daerah sekitar jalur masuk laut berpotensi tidak stabil dan bisa runtuh kapan saja," tutur Patrick.
 
National Park Service memperkirakan bahwa sekitar 2.000 orang mengunjungi lokasi panorama publik setiap hari. Situs ini berjarak 274 meter di timur dari tumpahan lava ke laut yang berbahaya.
 
"Pokoknya kita tidak ingin ada yang mati di luar sana, dan apakah orang-orang itu sadar atau tidak, apakah mereka memahami tingkat bahaya atau tidak, itu sangat berbahaya," kata Tarson.
 
USGS memperkirakan, 1-2 juta galon lava mengalir ke laut setiap jam. Para ahli tidak yakin berapa lama aliran lava akan bertahan sebelum jalurnya runtuh.



(FJR)