Ingin Dipenjara, Lansia Jepang Sengaja Berbuat Kriminal

Willy Haryono    •    Selasa, 27 Mar 2018 20:02 WIB
peristiwa unik
Ingin Dipenjara, Lansia Jepang Sengaja Berbuat Kriminal
Tembok penjara Fuchu di Tokyo, Jepang. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Tokyo: Jepang membuat bangsal khusus narapidana lanjut usia untuk menangani meningkatnya tindakan kriminal oleh lansia. Kenaikan angka kriminal ini dipicu faktor kemiskinan serta rasa kesepian yang dialami banyak lansia di Jepang. 

Dalam beberapa tahun terakhir, lansia di Jepang sengaja melakukan kejahatan ringan sehingga mereka bisa dipenjara. Mereka menilai kehidupan di penjara lebih baik, karena di sana ada banyak orang yang bisa diajak berbicara. 

Menurut situs Bloomberg Businessweek, belum lama ini, penangkapan polisi terhadap warga berusia di atas 65 tahun di Jepang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir dibanding kelas usia lain di seantero negeri. 

Jumlah kejahatan yang dilakukan lansia di Jepang meningkat hampir empat kali lipat dalam dua dekade terakhir. Saat ini, sekitar 20 persen dari total narapidana wanita di Negeri Sakura adalah lansia. 

Kejahatan yang biasa dilakukan para lansia ini biasanya relatif ringan, seperti mencuri barang dari toko. Bagi mereka, dipenjara masih lebih baik ketimbang harus hidup seorang diri. 

Fenomena aneh ini dipicu memburuknya kondisi hidup sejumlah lansia di Jepang. Secara historis, keluarga di Jepang biasanya merawat orangtua mereka yang sudah melewati usia 65 tahun.

Namun antara tahun 1980 hingga 2015, menurut data Bloomberg Businessweek, lansia yang hidup seorang diri di Jepang meningkat lebih dari enam kali lipat ke angka hampir enam juta.

Pada 2017, survei pemerintah Jepang menunjukkan lebih dari separuh lansia yang tertangkap mencuri barang di toko mengaku hidup seorang diri. Sebanyak 40 persen dari mereka mengaku sudah tidak memiliki kerabat dekat.

"Mereka mungkin mempunyai rumah. Mereka mungkin mempunyai keluarga. Tapi mereka seperti tidak merasa nyaman di rumah," kata Yumi Muranaka, kepala sipir penjara wanita Iwakuni, kepada Bloomberg

Ia menambahkan: "Mereka merasa anggota keluarga tidak memahami mereka. Mereka merasa hanya dianggap sebagai seseorang yang biasa membereskan pekerjaan rutin di rumah."

November lalu, laporan Kementerian Hukum Jepang menunjukkan bahwa lebih dari 25 persen total populasi berusia lebih dari 65 tahun. Jepang memprediksi pada 2040, jumlah itu akan meningkat lebih dari sepertiganya.


(WIL)