Pakai Celana Panjang 24 Perempuan Sudan Disidang

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 12 Dec 2017 19:04 WIB
peristiwa unik
Pakai Celana Panjang 24 Perempuan Sudan Disidang
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Khartoum: Sebanyak 24 perempuan asal Sudan diadili polisi lantaran dianggap menyalahi aturan. Para wanita tersebut mengenakan celana panjang dan dianggap tidak senonoh akibat memakai pakaian tersebut.
 
Mereka ditangkap saat tengah menghadiri pesta khusus perempuan di Kota Khartoum, ibu kota Sudan. Insiden penangkapan terjadi Kamis pekan lalu. Petugas polisi menggerebek sebuah aula tertutup yang berlokasi di sebelah timur Khartoum.
 
Penggerebekan dilakukan karena pemilik aula diduga melakukan penyalahgunaan izin ruangan. Mereka mengajukan izin untuk acara perpisahan keluarga, namun ternyata izin itu digunakan bagi kepentingan bisnis.
 
Diberitakan Al Arabiya, Selasa 12 Desember 2017, saat penggerebekkan, polisi juga menangkap 24 perempuan yang ada di dalam ruangan. Saat ditangkap, seluruh perempuan itu tak mengenakan baju khas Sudan yang mirip abaya, namun mereka mengenakan celana panjang.
 
Polisi mengenakan pasal 152 KUHP Sudan mengenai pakaian tidak senonoh kepada mereka.
 
Aksi penangkapan tersebut menuai kecaman dari para aktivis perempuan. Sepanjang akhir pekan mereka melakukan demonstrasi mengecam penangkapan dan menuntut agar para perempuan itu dibebaskan.
 
Mereka juga menuntut agar pengadilan membatalkan Pasal 152 dengan mengatakan bahwa interpretasi mengenai cabul atau tidak senonoh dalam undang-undang tersebut tidak jelas.
 
Pengadilan di Khartoum menggelar sidang pada Senin kemarin dan membebaskan 24 perempuan tersebut. Hakim hanya menjatuhkan denda pada penyelenggara pesta karena memberikan informasi palsu kepada pihak berkepentingan mengenai perizinan pesta dan menjatuhi denda hampir Rp20 juta.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

20 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA