Berulah Seronok Enam Pemuda Inggris Ditangkap di Kamboja

Arpan Rahman    •    Minggu, 28 Jan 2018 13:03 WIB
kamboja
Berulah Seronok Enam Pemuda Inggris Ditangkap di Kamboja
Enam turis Inggris ditangkap kepolisian Kamboja. (Foto: Cambodia Police).

Siem Reap: Sebanyak enam pemuda Inggris akan dihadapkan ke pengadilan di Kamboja, setelah foto-foto tampak menunjukkan mereka ambil bagian dalam permainan pesta erotis dengan sejumlah wisatawan wanita.
 
Polisi di kota Siem Reap, dekat kuil kuno Angkor Wat yang terkenal di dunia, mengatakan kelompok itu, termasuk enam orang Inggris, sedang diinterogasi.
 
Sebuah situs web bagi ekspatriat di Kamboja merilis gambar-gambar tersebut, menunjukkan pria dan wanita tergeletak di lantai berpakaian semi bugil. Sementara pemuda lainnya, yang dipercaya sebagai turis, hanya memperhatikan mereka.
 
Identitas pemuda Inggris yang ditangkap belum dirilis  secara resmi. Namun mereka diduga termasuk Richard Daniel Hone, 31; Paul Francis Harris, 33; Thomas Alexander Jeffries, 23 dan Job Robertus, 22, seperti dilaporkan Mail Online.
 
Dua wanita dalam kelompok tersebut, yang diyakini orang Kanada, sebagai Jessica Drolet, 25 dan Edensaran Kazoleas, 20.
 
Pernyataan Polisi Kamboja mengatakan 10 turis ditangkap karena seperti sedang menari erotis.
 
"Pihak berwenang yang kompeten sedang mempersiapkan sebuah kasus untuk diajukan ke pengadilan provinsi," bubuh pejabat setempat seperti dilansir Daily Star, Minggu 28 Januari 2018.
 
Foto-foto yang dikeluarkan oleh polisi diyakini telah diambil oleh seorang saksi di tempat kejadian.
 
Belum jelas apakah para pasangan tersebut benar-benar berhubungan seks.
 
Kamboja menjadi tujuan wisata yang populer dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 150.000 orang Inggris mengunjungi negara Asia pada 2016. Pengunjung berduyun-duyun ke negara itu untuk mampir ke situs kuno dan menikmati suasana santai.
 
Tapi Kamboja negara yang sangat konservatif, di mana segala bentuk ketelanjangan publik, termasuk telanjang dada, dapat dilihat sebagai pornografi atau hasutan buat sebuah gangguan.



(FJR)