Dianggap Tak Senonoh, Patung Sekolah Biarawan Dipahat Ulang

Sonya Michaella    •    Senin, 27 Nov 2017 17:18 WIB
peristiwa unik
Dianggap Tak Senonoh, Patung Sekolah Biarawan Dipahat Ulang
Patung Santo di Sekolah Biarawan yang sudah ditutup kain hitam karena dianggap tak senonoh. (Foto: Mirror)

Adelaide: Sekolah Katolik di Adelaide, Australia, terpaksa menutup sebuah patung baru dengan kain hitam, karena dianggap pahatan patung tersebut tak senonoh.

Patung ini adalah pahatan wujud Santo Martin de Porres yang diceritakan sedan memberi sepotong roti kepada seorang anak laki-laki. Patung ini diletakkan di halaman Sekolah Biarawan Blackfriars.

Dikutip dari newscom.au, Senin 27 November 2017, sejumlah staf sekolah menganggap patung itu tidak senonoh, dilihat dari cara sang Santo memegang roti dan wujud roti tersebut mirip dengan alat kelamin laki-laki.



Menutup patung tersebut dengan kain hitam diputuskan setelah pekan lalu seorang siswa mengambil foto patung tersebut dan mengunggahnya ke media sosial.

"Kami sudah menutup patung itu dan pemahat lokal telah ditugaskan untuk mendesainnya kembali," ujar Kepala Sekolah Biarawan, Simon Cobiac.

"Sekolah meminta maaf atas segala kekhawatiran yang ditimbulkan oleh bentuk roti dari patung ini dan akan segera dipahat ulang," lanjut dia.

Namun, beberapa warganet mengomentari bahwa bentuk roti dan patung tersebut baik-baik saja. Tidak ada bentuk yang menjurus ke bentuk yang tidak seharusnya.

Bahkan, warganet yang kontra dengan keputusan sekolah tersebut sempat menyebarkan meme yang mengganti roti dengan Subway (sandwich).


(WIL)