Ratusan Rubah Terbang Mati Akibat Cuaca Panas Australia

Arpan Rahman    •    Rabu, 10 Jan 2018 16:05 WIB
peristiwa unik
Ratusan Rubah Terbang Mati Akibat Cuaca Panas Australia
Rubah yang mati akibat cuaca panas di Australia (Foto: Guardian)

Sydney: Sebuah koloni rubah terbang telah hampir musnah oleh panas yang ekstrem di Campbelltown, barat daya Sydney, menurut para ahli lingkungan.
 
Help Save the Wildlife dan Bushlands dalam kampanye Campbelltown membukukan serangkaian gambar ke Facebook. Ditunjukkan jasad-jasad binatang yang tergeletak di tanah, rupanya setelah mereka meninggal karena dehidrasi pada suhu yang melonjak. Kelompok tersebut mengatakan lebih dari 400 hewan hilang, banyak di antaranya masih anakan.
 
Sukarelawan sudah bekerja menyelamatkan hewan-hewan tersebut, menyegarkannya kembali, dan membawa mereka ke tempat-tempat di mana mereka bisa tetap tenang. Temperatur di Sydney mencapai rekor tertinggi dalam 80 tahun dengan 47,3 derajat Celcius pada Minggu 7 Januari 2018.
 
"Saya melihat banyak kelelawar mati di tanah dan yang lainnya mendekati sekarat. Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," kata Cate Ryan, salah satu relawan pertama di lokasi kejadian, seperti disitir Guardian, Rabu 10 Januari 2018. Ia mengatakan kepada media bahwa "itu tidak dapat dipercaya." 
 
Kelompok kampanye juga secara teratur memposting informasi tentang mengapa melindungi spesies ini sangat penting bagi habitat lokal. "Rubah terbang cerdas dan luar biasa," kata kelompok tersebut. "Hewan unik ini membantu regenerasi hutan kita dan menjaga ekosistem tetap sehat melalui penyerbukan dan penyebaran benih. Mereka tidak menggunakan sonar seperti kelelawar pemakan serangga yang lebih kecil; hanya mata dan telinga mereka, seperti kita. Mereka melihat seperti kucing di malam hari dan sangat cerdas. Rubah terbang adalah rimbawan yang menjaga ekosistem ??bersama. Jika kita ingin menjaga sisa-sisa hutan kita tetap sehat, kita membutuhkan rubah terbang. Keduanya tidak bisa dipisahkan."
 
Kelompok kampanye lingkungan pun sudah mengumpulkan koala untuk membuat mereka tetap tenang.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA