Ditemukan di Dekat Sekolah Australia, Telur Ular Menebar Misteri

Arpan Rahman    •    Rabu, 03 Jan 2018 21:09 WIB
peristiwa unik
Ditemukan di Dekat Sekolah Australia, Telur Ular Menebar Misteri
Populasi ular berbisa yang sangat berbahaya banyak ditemukan di Australia (Foto: Sky News).

Laurieton: Pakar satwa liar kebingungan setelah anak-anak menemukan sarang telur ular di areal berpasir dekat sekolah mereka.
 
Relawan dari kelompok penyelamatan hewan FAWNA menggali 43 butir telur yang tersebar di tujuh sarang menyusul penemuan di sekolah di kota pesisir Australia, Laurieton, sebelum Natal. Ketakutan awal mereka, telur itu bisa menetas jadi ular yang mematikan.
 
Manajer umum Taman Reptil Australia, Tim Faulkner, mengatakan kepada surat kabar Daily Telegraph bahwa telur tersebut kemungkinan berasal dari seekor kadal naga air. Namun FAWNA kemudian mengeluarkan sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa kelompok tersebut 'cukup yakin' bahwa telur tersebut berasal dari seekor ular.
 
Dalam sebuah postingan Facebook, pada Selasa 2 Januari 2018, kelompok tersebut mengungkapkan bahwa telur,-yang dipindahkan ke daerah aman,-telah menetas.
 
"Karena fakta dari semua kontroversi itu, saya kembali dan memeriksa sarangnya dan menemukan bahwa semua kecuali salah satu telur telah menetas," tulis surat kabar tersebut.
 
"Telur yang tersisa mengandung embrio mirip cacing merah muda kecil dengan 2 mata dan tidak ada tanda-tanda kaki. Mungkin atau bukan ular, namun kabar baiknya adalah bahwa semua hewan telah dilepaskan dan hidup di alam liar," sambungnya seperti dikutip Sky News, Rabu 3 Januari 2018.
 
Postingan tersebut mengatakan bahwa "pemeriksaan, penelitian, dan pengecekan silang" membuat kelompok tersebut percaya bahwa telur itu bisa jadi milik seekor ular. Mereka "tidak dapat kesempatan untuk tidak menjadi reptil yang tidak berbahaya".
 
Faulkner mengatakan bahwa kedekatan sekolah dengan air dan fakta bahwa telur telah dikuburkan membuat teori ular tidak mungkin terjadi. Namun FAWNA memutuskan bahwa demi "kepentingan terbaik bagi setiap orang" supaya telur-telur itu dipindahkan atas nama keamanan.



(FJR)