Patah Kaki, Perempuan AS Tolak Ambulans karena Terlalu Mahal

Arpan Rahman    •    Kamis, 05 Jul 2018 15:52 WIB
peristiwa unik
Patah Kaki, Perempuan AS Tolak Ambulans karena Terlalu Mahal
Warga berupaya untuk menyelamatkan perempuan yang kakinya tersangkut di kereta (Foto: UPI).

Boston: Seorang wanita menyadari kakinya tersangkut di peron kereta api di Boston, Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Ia meminta penumpang lain agar tidak memanggil ambulans sebab dia tidak mampu membayar.
 
Wanita itu, namanya belum dirilis, turun dari kereta ketika kakinya terjepit di celah antara pintu kereta dan pijakan, menyebabkan kakinya terjeblos dan tersangkut. Video insiden tersebut menunjukkan beberapa orang datang membantunya.
 
Ketika si wanita akhirnya lepas dari celah itu, kakinya patah. Reporter Boston Globe, Maria Cramer, langsung mencuit dari lokasi kejadian dan menggambarkan kaki wanita itu "berdarah dan patah." Tetapi wanita itu masih menolak ambulans.
 
"Kulitnya terkelupas. Dia kesakitan dan menangis. Sama marahnya, dia memohon agar tidak ada yang memanggil ambulans. Itu USD3.000 (sekitar Rp43,1 juta)," keluhnya. "Saya tidak mampu membayarnya," Cramer mencuit, seperti dikutip UPI, Kamis 5 Juli 2018.
 
Biaya ambulans bervariasi tergantung pada lokasi dan jarak yang ditempuh. Tapi laporan berita penuh dengan kisah ambulans seharga USD2,700 (atau sekitar Rp38,8 juta) untuk perjalanan 3,2 kilometer atau USD3,660 (atau sekitar Rp52,6 juta) untuk perjalanan sejauh 6,4 kilometer.
 
Penumpang Marleny Polanco menyaksikan insiden tersebut dan mengatakan kepada CNN bahwa wanita itu tampak sangat kesakitan dan tulangnya patah.
 
"Dia mengatakan 'kamu tidak mengerti, aku punya asuransi yang buruk,'" kata Polanco. "Semua orang terus berkata jangan khawatir tentang itu, kamu butuh bantuan medis."
 
Tetapi ketika Petugas Medis Darurat tiba, wanita itu menyerah dan setuju dibawa ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.
 
Insiden itu mendorong New York Times menulis sebuah editorial, yang menyebutkan bahwa permohonan si wanita tidak memanggil ambulans karena biaya tinggi menguak masalah kesehatan di Amerika Serikat.
 
"Dalam menghadapi cedera serius, serangkaian perhitungan mengikuti: Kebutuhan yang jelas dan mendesak untuk penanganan medis ditimbang terhadap biaya yang tidak pasti dan berpotensi membengkak bahkan layanan dasar, seperti perban atau tumpangan ke rumah sakit, dan ongkos itu, pada gilirannya, membebani semua biaya hidup yang dihabiskan setiap hari," kata editorial itu.
 
"Perselisihan ini, antara penderitaan dan aritmatika, telah menjadi cerita Amerika juga," pungkasnya.


(FJR)


Penembakan di Balaikota Pennsylvania Lukai 4 Orang

Penembakan di Balaikota Pennsylvania Lukai 4 Orang

24 minutes Ago

Pelaku penembakan ditembak mati petugas kepolisian, dia merupakan seorang terdakwa yang akan menjalani…

BERITA LAINNYA