Remaja Belanda Tewas usai Hirup Bau Deodoran

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 16 Nov 2018 19:00 WIB
belandadunia unik
Remaja Belanda Tewas usai Hirup Bau Deodoran
Ilustrasi deodoran spray. (Foto: Medcom.id)

Amsterdam: Remaja 19 tahun tewas usai menghirup bau deodoran. Rupanya dia pecandu narkoba yang baru selesai direhabilitasi.

Dokter yang merawatnya mengungkapkan kasus kematian remaja tersebut dalam sebuah laporan kasus. Dia menyoroti konsekuensi fatal menghirup bahan kimia.

"Pasien memiliki riwayat gejala psikotik, dia direhabilitasi karena penggunaan ganja dan ketamin. Dia kemudian sakaw dan mencari cara lain untuk memabukkan dirinya," kata sang dokter, dilansir dari laman NDTV, Jumat 16 November 2018.

Remaja tersebut memakai handuk di atas kepala dan menyemprot deodoran yang dipakainya. Hal ini membuat dia pusing dan semakin bahagia.

Sang dokter menerangkan, dia menjadi hiperaktif dan mulai melompat naik turun. Namun, aliran darahnya berhenti tiba-tiba dan menyebabkan dia kena serangan jantung, kemudian kolaps.

"Pasien tidak memiliki fungsi otak cukup untuk mempertahankan hidup," kata sang dokter, Dr Kelvin Harvey dari unit perawatan intensif Rumah Sakit Maasstad di Rotterdam Kramp.

Sang pasien koma hingga sembilan hari sebelum akhirnya meninggal. Kasus ini, kata Harvey, sangat langka terjadi.

Dia menuturkan ada tiga teori mengenai penyebab serangan jantung. "Jika seseorang menunjukkan bau mulut tak biasa, dia bisa saja memiliki riwayat penyakit jantung. Selain itu, stres dan penyempitan pembuluh darah bisa menjadi penyebabnya juga," pungkasnya.



(FJR)