Menu Ayam Kalkun dan Thanksgiving di Amerika Serikat

   •    Sabtu, 02 Dec 2017 19:07 WIB
unik
Menu Ayam Kalkun dan Thanksgiving di Amerika Serikat
Ibu Jill yang tengah mempersiapkan makanan untuk Thanksgiving (Foto: Putri Brikke Sukmahartati).

Nebraska: Hari Thanksgiving merupakan hari raya nasional di Amerika Serikat (AS) yang selalu dirayakan pada Kamis minggu keempat di bulan November setiap tahun. 
 
Dalam sejarah, perayaan ini dulu dilakukan sebagai tanda rasa syukur orang pada zaman dahulu atas hasil panen dan di zaman sekarang perayaan ini masih dirayakan sebagai rasa syukur atas apa yang mereka dapatkan atau raih di tahun ini. Hari Thanksgiving ini juga identik dengan ayam kalkun sebagai menu utama wajib di setiap perayaannya.
 
Thanksgiving tahun ini yang jatuh 23 November. Merasa beruntung mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke rumah keluarga teman saya dan benar-benar menikmati suasana hari Thanksgiving di Amerika Serikat. Sebelumnya tidak bisa merayakannya karena disibukkan dengan banyaknya tugas kuliah sebelum hari raya ini tiba. 
 
Keluarga Hage yang tinggal di kota kecil bernama Hickman di State Nebraska, mengundang untuk merayakan Thanksgiving. Mereka mempunyai tiga orang anak yang berkumpul pada saat perayaan Thanksgiving. 
 
Salah satu anak mereka berdomisili di Kansas City, Missouri dan selalu menyempatkan pulang ke Hickman untuk Thanksgiving. Hal ini mengingatkan saya tentang tradisi mudik Lebaran di Indonesia.
 
Sampai di rumah keluarga Hage, saya disambut dengan hangat. Saya bertemu dengan orangtua teman saya, Pak David dan Ibu Jill. Tentunya, yang bertugas untuk menyiapkan seluruh hidangan adalah Ibu Jill. 
 
Tetapi, Pak David juga punya peran khusus di hari Thanksgiving yaitu menyisir daging ayam kalkun untuk disajikan atau lebih dikenal “carving a turkey”. Ukuran ayam kalkun yang biasanya dipakai mempunyai berat sekitar 20–25 lbs atau sekitar 9–12 kg. 


David bertugas untuk menyisir ayam kalkun (Foto: Putri Brikke Sukmahartati)
 
Disamping ayam kalkun, hidangan yang disajikan untuk perayaan Hari Thanksgiving tersebut adalah green beans (buncis), ubi manis, roti, stuffing (campuran roti kering dan daging yang telah dimasak dengan kaldu), saus cranberries, mashed potatoes, dan yang paling favorit yaitu pumpkin pie. 
 
Semua hidangan ini terlihat menarik dan lezat. Hidangan ini mungkin tidak seperti perayaan Thanksgiving pertama kali, namun hidangan-hidangan tersebut sudah menjadi simbol perayaan Thanksgiving secara nasional bertahun-tahun.
 
Sebagai rasa terima kasih, membantu menata dan mempersiapkan hidangan hanya bagian kecil yang bisa saya berikan. Setelah semua hidangan telah siap, waktunya untuk bersantap bersama dengan seluruh anggota keluarga di meja makan sekitar pukul 12.00 siang. Acara makan siang bersama ini tentunya diselingi dengan perbincangan ringan seputar aktivitas masing-masing anggota keluarga. Mereka melakukan hal ini agar acara makan bersama menjadi lebih hangat. 
 
Hari Thanksgiving tidak usai begitu saja, di malam harinya beberapa teman dekat keluarga Hage juga menyempatkan untuk berkunjung. Menikmati Hari Thanksgiving bersama teman juga tidak kalah mengasikkan. Kami berbincang dan berbagi tentang bagaimana kegiatan Thanksgiving keluarga mereka. 
 
Mereka juga menyempatkan bermain game ringan sebagai selingan. Untuk makan malam, Keluarga Hage menyiapkan hidangan ringan seperti sandwich dan ice cream karena mereka sudah mendapatkan makan besar di siang harinya.
 
Hari Thanksgiving merupakan hari spesial bagi setiap keluarga di Amerika Serikat. Tidak saja karena hidangan yang disajikan sangat istimewa, tetapi juga selepas Hari Thanksgiving mereka bersemangat untuk menyambut datangnya Natal. Hal ini dibuktikan dengan pemasangan lampu Natal dan pohon Natal untuk siap didekorasi. Juga, diskon di hampir semua toko (Black Friday) mendukung sebagian besar orang untuk berbelanja hadiah Natal seusai Thanksgiving.
 
 
Penulis adalah mahasiswa University of Nebraska, Putri Brikke Sukmahartati.

(FJR)