Tas NASA Berisi Debu dari Bulan Terjual Rp23,9 M dalam Lelang

Arpan Rahman    •    Sabtu, 22 Jul 2017 20:12 WIB
peristiwa unik
Tas NASA Berisi Debu dari Bulan Terjual Rp23,9 M dalam Lelang
Tas milik astronot Neil Armstrong (Foto: CNN Money).

Metrotvnews.com, New York: Sekantung debu yang dipungut dari bulan dalam misi luar angkasa Apollo 11 NASA terjual seharga USD1,8 juta atau sekitar Rp23,9 miliar sebuah dalam lelang Sotheby, pekan ini. 
 
Tas berisi debu itu sempat dikasuskan secara sengit di pengadilan. Sebelumnya, tas NASA itu dibeli seorang wanita seharga USD995 atau sekitar Rp13,2 juta pada 2015.
 
Tas yang diisi debu dari bulan oleh astronot Neil Armstrong selama misi antariksa berawak perdana ke bulan pada Juli 1969, mulanya telah salah diidentifikasi dan keliru dijual di sebuah lelang pemerintah secara daring.
 
Upaya NASA mengambil tas tersebut gagal setelah seorang hakim federal pada Desember memutuskan bahwa barang itu secara legal dimiliki seorang wanita asal Chicago yang membelinya dua tahun lalu.
 
Pembeli di lelang, Selasa 18 Juli 2017, menolak untuk dikenali identitasnya. Perkiraan pra-penjualan tas itu adalah USD2 juta sampai USD4 juta.
 
Debu dari bulan jadi rebutan 
 
Rincian pembelian pada 2015 diumumkan selama kasus berlangsung di pengadilan.
 
Para penyidik? menyita tas tersebut pada 2003 sesudah menggeledah sebuah garasi milik seorang pria, yang kemudian dihukum karena mencuri dan menjual artefak museum, termasuk beberapa barang pinjaman dari NASA.
 
Tas itu kemudian ditawarkan dalam sebuah pelelangan pemerintah pada 2015, di mana Nancy Carlson dari Inverness, Illinois, membayar USD995 untuk membeli tas biasa yang terbuat dari kain Beta dan poliester putih, dengan nilon karet dan ritsleting kuningan.
 
Sebagai kolektor, Carlson tahu bahwa tas itu sudah dipakai dalam penerbangan luar angkasa, tapi dia tidak tahu misi yang mana. Dia mengirim tas itu ke NASA agar dites, namun agensi pemerintah mencoba menyimpannya setelah mengidentifikasi keaslian isinya.
 
Artefak itu "milik rakyat Amerika," kata NASA saat itu, seperti dilansir Fox News, Jumat 21 Juli 2017.
 
Namun Hakim Amerika Serikat (AS), J. Thomas Marten, di Wichita, Kansas, memutuskan untuk memenangkan Carlson, mengakui bahwa meskipun barang tersebut seharusnya tidak dijual pada lelang sebelumnya, dia tidak memiliki wewenang untuk membalikkan penjualan tersebut. Dia memutuskan pemerintah harus mengembalikannya ke Carlson.
 
Hakim mengatakan arti pentingnya tas tersebut semata-mata berasal dari upaya awak NASA yang "pencapaian teknis, keterampilan, dan keberaniannya yang luar biasa dalam pendaratan astronot di bulan serta membawanya pulang dengan aman belum pernah diulangi dalam hampir setengah abad sejak Apollo 11 mendarat."
 
Sebuah kelompok yang dinamakan For All Moonkind Inc. menyebutkan tas dari bulan itu, pekan ini, saat mengkampanyekan "upaya melestarikan dan melindungi enam warisan pendaratan Apollo di bulan." Kelompok ini berencana untuk menjadikannya isu bulan depan di Starship Congress 2017 di California.
 
Yang juga menarik minat dunia lelang saat ini adalah Flight Plan Apollo 13 (rencana penerbangan pesawat antariksa Apollo 13), dengan notasi tulisan tangan oleh ketiga awak kapal tersebut. Barang ini dijual ke penawar secara daring seharga USD275.000, jauh di atas perkiraan sebelum penjualannya yang sebesar USD40.000.



(FJR)