UNESCO Umumkan Situs Warisan Baru Dunia

Arpan Rahman    •    Minggu, 01 Jul 2018 14:08 WIB
UNESCO Umumkan Situs Warisan Baru Dunia
Istana Qal eh Dokhtar di Fars, Iran. (Foto: EPA)

Paris: Biara-biara pegunungan di Korea Selatan, oase di Arab Saudi, dan gedung art deco Mumbai termasuk di antara sejumlah situs untuk masuk ke Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Terdaftarnya situs-situs itu memberi perlindungan hukum di bawah perjanjian internasional.

Organisasi budaya PBB, mengadakan pertemuan di Bahrain, telah menyetujui situs-situs penting mana saja di seluruh dunia yang membutuhkan pelestarian demi kepentingan budaya, sejarah dan ilmiah.

Berikut beberapa situs yang dipilih, seperti diberitakan BBC, Sabtu 30 Juni 2018:

Kota pelabuhan kuno: Qalhat, Oman

Di sebelah timur Oman, kota dinding Qalhat merupakan pelabuhan ramai di abad ke-11 dan 15. Ini adalah "kesaksian arkeologi yang unik" bagi hubungan antara timur Arab dan seluruh dunia, kata UNESCO.


Bibi Maryam Mausoleum di Qalhat, Oman. (Foto: EPA)

Situs Nasrani Tersembunyi: Nagasaki, Jepang

Situs di pulau Kyushu terdiri dari 10 desa, sebuah kastil, dan katedral yang dibangun antara abad 18-19, pada saat iman Kristen dilarang di Jepang.

Kompleks ini mencerminkan kegiatan awal para misionaris Kristen dan pemukim di Jepang, dan "memberikan kesaksian unik pada tradisi budaya yang dipelihara orang Kristen yang tersembunyi," ujar UNESCO.


Gereja Nokubi di Nagasaki. (Foto: AFP)

Arsitektur Gothic dan Art Deco: Mumbai, India

Setelah menjadi pusat perdagangan global pada akhir abad ke-19, Mumbai memulai proyek ambisius perencanaan kota, membangun gedung-gedung indah berupa perumahan dan komersial.

Bangunan-bangunan bergaya Victoria lebih merupakan konstruksi klasik dengan balkon dan beranda, sedangkan Art Deco mirip bioskop, rumah susun, dan rumah sakit dalam berbagai warna.

"Kedua ansambel ini memberikan kesaksian kepada fase modernisasi yang telah dialami Mumbai dalam perjalanan abad ke-19 dan ke-20," tutur UNESCO.


Art Deco di Mumbai. (Foto: AFP)

Oasis budaya yang berkembang: Al-Ahsa, Arab Saudi

Al-Ahsa di semenanjung Arab timur menjadi oase terbesar di dunia dan menjadi hunian bagi manusia dari zaman Neolitik hingga hari ini.

Lokasi ini juga menawarkan 2,5 juta pohon kurma, kebun, kanal, mata air, sumur, danau drainase, bangunan bersejarah, dan situs arkeologi.

UNESCO menyebutnya "contoh luar biasa dari interaksi manusia dengan lingkungan."


Oase di Al-Ahsa memiliki banyak pohon palem. (Foto: EPA)

Biara-biara pegunungan: Korea Selatan

Biara pegunungan Sansa di selatan Korsel beroperasi sebagai pusat kepercayaan sejak abad ke-7. Tujuh kuil itu memiliki halaman terbuka dengan ruang kuliah, paviliun, dan aula Buddha yang indah.

Unesco menyebut ini sebagai "tempat-tempat suci, yang telah bertahan sebagai pusat keimanan dan praktik keagamaan harian hingga saat ini."


Biara Magoksa di Gonju. (Foto: AFP)

Lansekap arkeologi Sassanid: wilayah Fars, Iran 

Gabungan struktur, istana, dan rencana kota yang diperkaya -- di delapan situs arkeologi di provinsi Fars -- berasal dari era Kekaisaran Sassania, dari abad ke-3 hingga ke-5.

Situs-situs tersebut tidak hanya mencerminkan "pemanfaatan optimal topografi alam," tetapi juga saksi pengaruh seni Romawi dan tradisi budaya Achaemenid dan Parthian, sebut UNESCO.


Istana Qal'eh Dokhtar di Fars. (Foto: EPA)

Permukiman berdinding kering: Kenya

The Thimlich Ohinga adalah permukiman dinding batu kering terbesar dan terbaik, khas wilayah Danau Victoria di Kenya.

Permukiman ini, terletak di barat laut kota Migori, diperkirakan telah dibangun pada abad ke-16 dan diyakini berfungsi sebagai benteng bagi masyarakat dan hewan ternak.

UNESCO menyebutnya "contoh luar biasa dari tradisi komunitas pastoral pertama di Danau Victoria Basin."


Pintu masuk menuju The Thimlich Ohinga. (Foto: EPA)
(WIL)