Perempuan India Potong Alat Kelamin Penguntit

Fajar Nugraha    •    Jumat, 28 Dec 2018 08:06 WIB
india
Perempuan India Potong Alat Kelamin Penguntit
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Mumbai: Seorang perempuan di India memotong alat kelamin pria yang telah menguntitnya. Namun kemudian perempuan itu bergegas membawa pria itu ke rumah sakit untuk menyelamatkan hidupnya.

Perempuan berusia 47 tahun itu dibantu oleh dua orang pria dan mereka menarik penguntitnya ke tempat terpencil di Mumbai. Kemudian, perempuan itu melakukan aksinya.

"Kami telah menangkap wanita dan dua rekannya dan dia telah mengakui bahwa itu adalah rencananya untuk memotong alat kelamin penguntitnya karena pelecehan yang terus-menerus," kata Inspektur Senior Gajanan Kabdule kepada AFP, Jumat, 28 Desember 2018.


“Tetangga berusia 27 tahun itu terus meminta layanan seksual dari ibu dua anak itu. Tidak hanya itu, penguntit itu pun mengatakan kepada suami perempuan tersebut bahwa dia mencintainya, yang menyebabkan pertengkaran antara pasangan itu,” sebut Kabdule.

Kesal dengan ulah sang penguntit, perempuan itu kemudian diduga meminta bantuan dari dua pria muda di lingkungan tempat tinggalnya. Mereka menghubungi korban dan membujuknya ke zona industri pada Selasa, tambah petugas itu.

Dia kemudian memotong alat kelamin penguntit di jalan sebelum bergegas membawanya ke rumah sakit. "Kami menemukan pisau dan alat kelamin korban. Ketiga tersangka itu berada dalam tahanan polisi," ucap Kabdule.

Polisi menambahkan bahwa penyelidikan sedang dilakukan. Polisi belum mengidentifikasi wanita atau penguntit. Sementara pria yang terluka itu menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawa.

"Pria itu stabil sekarang dan pulih di rumah sakit tetapi keluarganya terkejut,” kata Kabdule.

Ini bukan pertama kalinya insiden pemotongan alat kelamin dilakukan oleh seorang perempuan. Pada 2017, seorang wanita India memotong penis pria setelah dia mencoba memperkosanya di rumahnya di negara bagian Kerala selatan.

India memiliki catatan buruk tentang kekerasan seksual. Rata-rata, lebih dari 100 perkosaan dilaporkan setiap hari pada tahun 2016, menurut angka resmi terbaru.


(FJR)