Ganggu Belajar, Sekolah di Bangladesh Bakar Ribuan Ponsel

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 08 Mar 2018 09:35 WIB
peristiwa unik
Ganggu Belajar, Sekolah di Bangladesh Bakar Ribuan Ponsel
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Chittagong: Sebuah madrasah di Bangladesh menyita dan membakar ribuan ponsel milik siswa. Mereka menganggap ponsel malah mengganggu konsentrasi belajar di kelas.
 
Murid-murid di sekolah agama atau madrasah Darul Ulum Moinul Islam diperintahkan menyerahkan ponsel mereka ke pihak sekolah. Madrasah yang terletak di Hathazari, Chittagong, membakar ribuan perangkat elektronik tersebut di lapangan dekat gedung sekolah.
 
"Perangkat-perangkat elektronik ini merusak karakter siswa. Para murid bermain internet melalui ponsel mereka hingga larut malam. Keesokan harinya mengantuk dan tertidur saat belajar di kelas. Banyak orang tua murid yang khawatir," kata juru bicara madrasah, Azizul Hoque, seperti dilansir dari laman AFP, Rabu 7 Maret 2018.
 
Azizul menegaskan madrasah dengan lebih dari 14 ribu siswa itu tidak menentang kemajuan teknologi informasi. Hanya, menurut dia, dampak penggunaan ponsel pada siswa jauh lebih banyak negatifnya.
 
"Kami juga dibanjiri surat-surat yang meminta fatwa untuk melarang penggunaan ponsel karena banyak keluhan yang muncul dan menganggap ponsel marak digunakan untuk selingkuh," kata Azizul.
 
Madrasah Darul Ulum Moinul Islam dipimpin oleh Ahmad Shafi, yang merupakan pemimpin kelompok Islam garis keras, Hefazat-e-Islam.
 
Walaupun Bangladesh selama ini dikenal sebagai negara sekuler, nasihat atau fatwa ulama-ulama cukup berpengaruh besar di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu, terutama di daerah pedesaan.


(FJR)