Tengkorak Kuno Beri Petunjuk Sejarah Manusia Tiongkok

Arpan Rahman    •    Minggu, 05 Mar 2017 07:10 WIB
peristiwa unik
Tengkorak Kuno Beri Petunjuk Sejarah Manusia Tiongkok
Tengkorak kuno yang menjadi petunjuk sejarah manusia Tiongkok (Foto: BBC).

Metrotvnews.com, Beijing: Dua tengkorak ditemukan di Tiongkok memberi pencerahan tentang manusia purba yang mendiami wilayah tersebut sebelum spesies manusia sendiri ada.
 
Diketahui bahwa Eropa dan Asia Barat didominasi oleh Neanderthal sebelum Homo sapiens mengusir mereka. Tapi sisa-sisa kerangka penemuan setara dengan populasi di Asia Timur dan Tengah yang telah langka.
 
Belum jelas apakah temuan ini terkait dengan Denisovans, sekelompok manusia misterius yang dikenal hanya lewat analisis DNA dari gigi dan tulang jari asal Siberia.
 
Prof Erik Trinkaus, salah satu penulis dari sebuah studi tentang sisa-sisa kerangka di jurnal Science, menyebut, tidak mungkin dapat dikatakan pada tahap ini apakah manusia purba dari Xuchang terhubung ke Denisovans.
 
"Masalahnya di sini adalah pola variasi dan dinamika populasi penduduk 'kuno' selama masa akhir Pleistosen," Prof Trinkaus, dari Washington University di St Louis, mengatakan kepada BBC, Minggu 5 Maret 2017.
 
Manusia modern (Homo sapiens) berasal dari Afrika sekitar 200.000 tahun lampau sebelum berkembang di seluruh Asia, Eropa, Oceania, dan Amerika setelah 60.000 tahun yang lalu. Ketika mereka tersebar di seluruh dunia, mengusir populasi yang mereka temui, seperti Neanderthal dan Denisovans -- tetapi beberapa perkawinan silang terjadi.
 
Rekahan Tengkorak dari Tiongkok berupa wajah-wajah purba antara 105.000 dan 125.000 tahun. Tapi mereka menunjukkan kesamaan yang jelas berbeda dari Neanderthal sezaman mereka di barat.
 
Mata Rantai Kuno dan Tren Umum
 
"Terdapat sejumlah keberagaman regional saat ini, tetapi juga ada tren berdasarkan biologi yang terbagi ke semua orang. Dan karakteristik Neanderthal yang seharusnya menunjukkan bahwa semua populasi tersebut saling berhubungan," jelas Prof Trinkaus.
 
Prof Trinkaus, Zhan-Yang Li, dari Chinese Academy of Sciences di Beijing, dan para mitra mereka menemukan bahwa spesimen menunjukkan beberapa karakteristik, seperti pendek, tempurung otak yang luas, yang menghubungkan mereka bahkan ke manusia terdahulu asal kawasan yang sama, yang tinggal di zaman Pleistosen Pertengahan.
 
Namun beberapa fitur dari tengkorak lebih jelas pada manusia sebelumnya, seperti cekungan tulang atas mata dan tonjolan tulang di bagian belakang tengkorak yang disebut torus nuchal, tidak seperti yang ditandai pada spesimen tersebut. Erik Trinkaus katakan, ini merupakan bukti bagi proses "gracilisation" -- pengurangan massa tulang melalui evolusi -- yang biasa untuk kelompok manusia lainnya pada saat itu.
 
Dan dua spesimen dari Xuchang memiliki rongga otak yang relatif besar -- mencerminkan kecenderungan ukuran otak yang lebih besar di seluruh Dunia Kuno -- Eropa, Afrika, dan Asia.
 
Solusi DNA?
 
Salah satu tengkorak Tiongkok kuno -- Xuchang 1 -- adalah yang paling tinggi dari skalanya. Prof Chris Stringer, dari Natural History Museum London, yang tidak terlibat dengan penelitian ini, berkata, individu ini memiliki "ukuran otak yang luar biasa, lebih dari Neanderthal terbesar yang diketahui dan beberapa contoh modern sebelumnya".
 
Mengenai hubungan potensial dengan Denisovans, ia berkata: "Sayangnya, tengkorak kekurangan gigi, sehingga kita tidak bisa membuat perbandingan langsung dengan gigi besar yang dikenal dari Denisova Cave, tapi kesamaan lain fosil sezaman dari Xujiayao di Tiongkok memang memiliki ciri-ciri Neanderthal misalnya di tulang telinga, seperti Xuchang, dan memiliki gigi besar, jadi mungkin ini semua mewakili populasi yang sama."
 
"Dari data genetika, Denisovans diyakini telah berpisah dari garis keturunan Neanderthal sekitar 400.000 tahun yang lalu -- berkisar pada zaman dari Sima de los Huesos Neanderthal awal yang dikenal berasal dari Atapuerca di Spanyol. Jadi yang ini diperkirakan beberapa tingkat dari fitur Neanderthal berdasarkan morfologi mereka , ditambahkan oleh bukti dari beberapa perkawinan setelahnya dengan Neanderthal," sambungnya.
 
"Kita harus berharap bahwa DNA kuno dapat diperoleh dari fosil-fosil ini demi menguji apakah mereka Denisovans, atau garis keturunan yang berbeda," tuturnya.
 
Kerangka tengkorak ini ditemukan selama penggalian di Lingjing, Xuchang County di Provinsi Henan, antara 2007-2014.



(FJR)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA