Monumen Peringatan Perang Dunia I Dibangun di Washington

Arpan Rahman    •    Sabtu, 11 Nov 2017 10:08 WIB
monumen
Monumen Peringatan Perang Dunia I Dibangun di Washington
Monumen Perang Dunia I di Washington (Foto: UPI).

Washington: Peletakan batu pertama diadakan di Taman Pershing, Washington, Amerika Serikat (AS), pada Kamis 9 November. Monumen bertajuk Memorial Perang Dunia I -- yang telah lama ditunggu -- siap dibangun.

Upacara tersebut menandai dimulainya proyek senilai USD50 juta demi menghormati para pahlawan yang terjun dalam sebuah kancah, yang pertama kali dinamakan sebagai The Great War. Tentara Amerika Serikat maju ke medan tempur antara tahun 1917 hingga 1918.

Rancangan menampilkan patung para prajurit di panel horizontal sepanjang 65 kaki (setara 19,8 meter). Sebesar USD12 juta sumbangan pribadi sejauh ini jumlahnya sudah merangkak naik. Komisi Satu Abad Perang Dunia I mengatakan bahwa monumen tersebut direncanakan selesai akhir tahun depan.

Pershing Park, yang sedang direnovasi demi mewadahi perayaan baru nanti, sempat terbengkalai usai dibangun pada 1981 sebagai bagian dari kebangkitan desain sepanjang ruas Pennsylvania Avenue di Washington. Pusat dari taman itu berupa sebuah patung diri Jenderal John J. Pershing, komandan pasukan AS di Perang Dunia I, yang juga disebut sebagai The War to End All Wars (perang untuk mengakhiri segala perang).

Peletakan peringatan perang di taman tersebut -- dirancang oleh arsitek lanskap M. Paul Friedburg, dianggap sebagai tonggak sejarah dalam karirnya -- telah menjadi tantangan tersendiri. Friedburg berkata bahwa National Park Service pernah membiarkan taman tersebut terbengkalai.

Terdapat sebuah tugu peringatan di National Mall sebagai penghormatan dari Washington bagi tentara yang bertempur dan gugur dalam Perang Dunia I. Namun seruan agar didirikan sebuah monumen nasional sudah bertahun-tahun menggema. Jutaan orang Amerika bertempur dan lebih dari 115.000 pejuang gugur.

Butuh beberapa dekade agar peringatan Perang Dunia II selesai (2004) dan pasukan yang kembali dari Perang Korea hanya dihormati dengan sekali peringatan permanen pada 1995.

"Tentu tidak terbayangkan oleh Jenderal Jack Pershing pada seabad yang lalu bahwa dia akan diberi tahu: para pejuang di bawah komandonya tidak akan dikenang pengorbanan mereka di ibukota negara ketika masa seratus tahun dari konflik itu akhirnya tiba," Sandy Pershing, cucu mantu dan anggota kehormatan Komisi Seabad Perang Dunia I, berkata, seperti disitat UPI, Jumat 10 November 2017.


(FJR)