Menjual Lukisan Leonardo da Vinci yang Kontroversial

Arpan Rahman    •    Senin, 13 Nov 2017 08:18 WIB
peristiwa unik
Menjual Lukisan Leonardo da Vinci yang Kontroversial
Lukisan Leonardo da Vinci berjudul Salavator Mundi akan dilelang (Foto: AFP).

New York: Apa satu-satunya lukisan da Vinci di pasar terbuka? Seorang miliarder Rusia yakin bahwa dia ditipu saat membeli lukisan itu seharga USD127,5 juta. Pekan ini, dia akan tahu apakah dia benar tertipu.

"Salvator Mundi," sebuah lukisan Yesus Kristus oleh ahli serba-bisa dari zaman Renaissance, Leonardo da Vinci, sekitar tahun 1500, adalah bintang terbesar di pelelangan seni New York pada November. Kemungkinan terjadi penjualan seni gabungan dari Christie dan Sotheby, yang akan menghasilkan lebih dari USD1 miliar.

Berlangsung di bawah ketukan palu di Christie, pada Rabu, sesuatu yang tidak biasa dalam lelang malam pasca-perang dan kontemporer, yang menarik para pembelanja terbesar di dunia terdiri dari orang-orang kaya kolektor seni milyarder internasional.

Rumah pelelangan, yang menolak berkomentar atas kontroversi tersebut dan mengidentifikasi penjualnya hanya sebagai kolektor Eropa, sudah menawarkan sebesar USD100 juta.

"Lihatlah lukisan ini, karya seni yang luar biasa," kata Francois de Poortere, kepala departemen karya kuno di balai lelang Christie. "Itulah yang harus kita fokuskan," cetusnya, seperti dilansir AFP, Senin 13 November 2017.

Tapi harganya akan diawasi ketat -- tidak hanya sebagai salah satu dari kurang dari 20 lukisan tangan Da Vinci yang diyakini pernah ada, namun oleh pemiliknya Dmitry Rybolovlev, bos klub sepak bola AS Monaco, yang menuntut penyalur seni Swiss Yves Bouvier di negara-kota ini.

Rybolovlev menuduh Bouvier menipu dia ratusan juta dolar untuk menjual dengan nilai USD2,1 miliar sebanyak 47 juta karya besar. Salah satu karya tersebut adalah "Salvator Mundi" yang telah dipamerkan di The National Gallery di London.

Bouvier membeli Da Vinci di Sotheby seharga USD80 juta pada 2013. Dia menjualnya kembali ke konglomerat Rusia seharga USD127,5 juta.

Lukisan langka itu sulit dilipatgandakan. Selama bertahun-tahun diperkirakan telah hancur. Pada 1958, ia terjual 45 pound (USD60 dalam kurs mata uang hari ini) dan lenyap lagi selama beberapa dekade. Lantas muncul hanya pada 2005 saat dibeli dari seorang pemilik asal AS.

Sudah lama lukisan itu diyakini hanya palsu, sebelum akhirnya disertifikasi sebagai otentik. Semua lukisan lain yang diketahui karya Da Vinci dipajang sebagai koleksi museum atau institusi.

"Untuk spesialis lelang, ini adalah Holy Grail yang cukup mahal," kata Loic Gouzer, ketua harian dari departemen seni pasca-perang dan kontemporer Christie di Amerika Serikat.

Ferrari dilelang pula

Christie sudah berusaha menekankan kontribusi tak terbantahkan Da Vinci terhadap sejarah seni dengan menggantung "Salvator Mundi" di sebelah "Sixty Last Suppers" dari Andy Warhol -- yang menggambarkan "Perjamuan Terakhir" Da Vinci 60 kali lipat, juga dijual dengan perkiraan USD50 juta .

Pablo Picasso memegang rekor dunia untuk karya seni termahal yang pernah dijual di pelelangan. "The Women of Algiers (Version O)" terjual USD179,4 juta di Christie di New York pada 2015.

Sorotan lainnya yang ditawarkan oleh rumah lelang adalah "Contraste de formes," sebuah karya Fernand Leger 1913 senilai USD65 juta dan "Laboureur dans un champ" oleh Van Gogh, yang melukis dari jendela rumah sakit jiwa Prancis pada 1889 senilai USD50 juta.

Sotheby, yang penjualannya pada Mei anjlok di belakang Christie, mengatakan bahwa ada lebih dari 60 karya yang membuat debut lelang, pekan ini.

Unggul di antaranya adalah "Three Studies of George Dyer" karya Francis Bacon, senilai USD35-45 juta, dan yang dikatakan muncul di depan umum untuk pertama kalinya dalam 50 tahun.

Dilukis pada 1966 selama hubungan penuh gairahnya dengan Dyer, dua triptych (sebuah lukisan atau relief ukiran pada tiga panel, biasanya digandeng dengan engsel, bersama berdampingan dan digunakan sebagai altar) lainnya seperti di museum dan dua lainnya ditawarkan dalam lelang dalam beberapa tahun terakhir.

Bintang Sotheby lainnya berupa karya Warhol "Mao" ciptaan 1972, dipamerkan di Berlin, Turin, dan Paris, dan sekarang kembali dalam pandangan publik secara perdana sejak 1974. Sudah diberi harga sebesar USD30-40 juta.

Masing-masing dari 10 lukisan "Mao" lainnya dengan ukuran yang sama terdapat di koleksi publik dan swasta bergengsi, termasuk Andy Warhol Museum, Pittsburgh. Sotheby menyebutnya salah satu gambar paling ikonik abad ke-20.

Namun untuk pertama kalinya, rumah tersebut menambahkan sebuah mobil kolektor ke sebuah pelelangan seni, menawarkan Ferrari yang memenangkan balap Grand Prix milik Michael Schumacher seharga USD4 juta, pada Kamis. Tapi apakah ini sebuah karya seni?

"Tidak, tidak," kata Gregoire Billault, wakil presiden senior Sotheby. "Tapi itu mobil balap terbaik yang pernah dijual di pelelangan," pungkasnya.


(FJR)