Penumpang Bertindak Agresif, Qantas Airlines Putar Balik ke Australia

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 10 Sep 2018 19:00 WIB
australiadunia unik
Penumpang Bertindak Agresif, Qantas Airlines Putar Balik ke Australia
Pesawat Qantas Airlines putar balik karena penumpang berperilaku agresif. (Foto: AFP).

Perth: Seorang penumpang pesawat rute Australia-Ingggris bertindak sangat agresif sehingga pilot memutuskan berputar balik ke Perth. Hal ini juga memicu gangguan penerbangan selama beberapa saat di bandara Perth.

Clare Hudson, salah satu penumpang, menceritakan bagaimana seorang pria tiba-tiba berdiri dan mulai berteriak. Dia meyakini pria itu berusia sekitar 30 tahun.

"Ada seorang pria yang mengunci diri di salah satu toilet selama satu jam. Ketika dia keluar, dia mulai bertindak sangat agresif dan sepertinya dia akan menyerang salah satu penumpang lainnya," kata Hudson, dilansir dari laman The Independent, Senin 10 September 2018.

"Untungnya mereka berhasil menenangkannya setelah beberapa menit dan membawanya ke belakang pesawat," imbuh Hudson.

Sekitar dua jam penerbangan, akhirnya pilot memutuskan untuk memutar kembali pesawatnya menuju Perth. Pasalnya, membawanya ke London akan memberikan tekanan ekstra pada awak kabin dan berisiko lebih besar memberikan gangguan.

Setelah empat jam terbang, akhirnya pesawat lepas landas di Perth. Penumpang yang mengganggu tersebut dibawa dari pesawat oleh Polisi Federal Australia dan dicoret dari daftar terbang Qantas.

Juru bicara maskapai penerbangan ini menuturkan pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi penumpang yang mengganggu penerbangan.

"Jenis gangguan ini membuat ketidaknyamanan terhadap pelanggan kami yang lain, jadi kami mengambil pendekatan nol toleransi terhadap perilaku mengganggu di pesawat," kata dia.

"Penumpang itu telah dikeluarkan dengan larangan terbang, hal ini berarti mereka tidak akan melakukan perjalanan dengan Qantas Group hingga penyelidikan masalah itu selesai," tukasnya.

Sementara itu, penumpang lainnya diberi kamar hotel untuk satu malam. Mereka akhirnya bisa terbang kembali 18 jam kemudian.


(WIL)