Populasi Harimau Langka Tertangkap Kamera di Hutan Thailand

Arpan Rahman    •    Kamis, 30 Mar 2017 20:09 WIB
peristiwa unik
Populasi Harimau Langka Tertangkap Kamera di Hutan Thailand
Harimau Indocina tertangkap kamera di hutan timur Thailand (Foto: Independent).

Metrotvnews.com, Bangkok: Tayangan harimau Indocina dan anaknya tertangkap kamera di hutan timur Thailand. Gambar ini mengkonfirmasi perkembangbiakan populasi kedua di dunia dari hewan yang terancam punah ini, kata para konservator satwa liar, Rabu 29 Maret.
 
Perburuan liar mencari kulit dan badan harimau, yang dipakai dalam pengobatan tradisional Tiongkok, menjadi bisnis jutaan dolar di Asia. Pasar obat telah mendorong hewan ini mendekati ambang kepunahan di alam liar.
 
Dari sekitar 3.900 harimau, yang diperkirakan tersisa di alam liar global, hanya sekitar 350 ekor berupa spesies Indocina yang tinggal di Thailand dan Myanmar. Paparan dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) menunjukkannya pada 2011.
 
Gambar-gambar terbaru berasal dari 156 kamera yang dipasang oleh otoritas satwa liar Thailand bersama dengan Freeland, sebuah kelompok yang melawan perdagangan satwa liar, dan Panthera, kelompok konservasi kucing liar global. Mereka berhasil mendokumentasikan sedikitnya enam anak dari empat ekor harimau betina.
 
Para pejabat satwa liar memuji rangkaian gambar itu sebagai bukti pertama harimau yang berkembang biak di wilayah timur Thailand selama lebih dari 15 tahun. Seraya menyoroti keberhasilan patroli dan upaya perlindungan pemerintah melawan perburuan ilegal dan penebangan.
 
"Hasil ini memberi sedikit harapan yang berpotensi, kita tidak lagi menyimpan semua telur dalam satu keranjang," kata Eric Ash, manajer proyek konservasi di Freeland, kepada Reuters, seperti dilansir Kamis 30 Maret 2017.
 
"Ini benar-benar hanya dapat terjadi jika harimau sudah efektif, jumlah mangsa mereka cukup, dan jika mereka memiliki perlindungan yang memadai," lanjutnya.
 
Kawasan barat Thailand menjadi situs dari populasi pembiakan binatang yang sebelumnya dikenal sebagai harimau Indocina.



(FJR)