Perisai Lipat Anti-Peluru Terinspirasi Origami

Arpan Rahman    •    Sabtu, 18 Feb 2017 18:18 WIB
peristiwa unik
Perisai Lipat Anti-Peluru Terinspirasi Origami
Perisai lipat (Foto: Youtube)

Metrotvnews.com, Utah: Para insinyur di Brigham Young University (BYU) telah mengembangkan, perisai lipat mirip origami (seni melipat kertas ala  Jepang). Peranti baru ini mampu menahan peluru yang ditembakkan oleh pistol dan revolver, termasuk dari jenis 9 mm, 357 Magnum, dan 0,44 Magnum.

Perisai bisa dilipat seperti payung, sehingga lebih mudah untuk dibawa. Perisai antipeluru dapat digunakan hanya dalam waktu lima detik.

"Kami bekerja sama dengan agen khusus federal untuk memahami apa kebutuhan mereka, serta tim SWAT, polisi, dan penegak hukum. Kami menemukan bahwa perisai saat ini seringkali terlalu berat dan tidak portabel seperti yang mereka inginkan," kata Larry Howell, profesor teknik mesin di BYU, menjelaskan dalam sebuah rilis berita. 

"Kami ingin menciptakan sesuatu yang mudah dikemas, portabel, ringan, dan bekerja sangat baik buat melindungi mereka," sambungnya, seperti dilansir UPI, Jumat 17 Februari 2017.

Begitu banyak hambatan dan perisai yang dipakai oleh polisi dibanggakan sebagai desain yang tidak pernah dimodifikasi selama beberapa dekade. Peranti itu umumnya besar, datar, dan rumit, beberapa di antaranya berbobot lebih 45 kilogram.

Model terbaru, beratnya hanya kurang dari 25 kg. Perisai ini terbuat dari 12 lapisan Kevlar antipeluru dan pola kusut origami biasa, yang memungkinkan untuk dilipat ke dalam ukuran yang lebih mudah dijinjing. Perisai pun terbukti mengejutkan dapat tahan selama diuji.

"Kami semula menduga perlu sebuah perisai besar ketika peluru 0,44 Magnum benar-benar menghantamnya, tapi tidak ada yang robek," kata Howell. "Perisai ini sangat stabil, bahkan ketika peluru besar memukulnya."

Selain melindungi polisi, perisai dapat digunakan oleh anak-anak bila terjadi insiden penembakan di sekolah atau mengangkut korban cedera dalam situasi darurat.


(FJR)