Pesawat Eropa Akan Mendarat di Mars

Antara    •    Senin, 17 Oct 2016 04:15 WIB
planet mars
Pesawat Eropa Akan Mendarat di Mars
Ilustrasi. (Foto: Reuters).

Metrotvnews.com, Frankfurt: Pesawat luar angkasa Eropa telah meninggalkan kapal induk dan terbang menuju permukaan Mars untuk menguji robot penjelajah (rover) di 'Planet Merah' tersebut. Robot itu akan mencari tanda kehidupan saat ini dan masa lalu.

Usai meluncur dari Bumi tujuh bulan lalu, misi Eropa-Rusia dalam program ExoMars itu akan mendaratkan pesawat Schiaparelli. Pesawat tersebut akan memisahkan diri dari kapal Trace Gas Orbiter (TGO) pada pukul 14.42 GMT, kemudian melakukan proses pendaratan di permukaan Mars selama tiga hari.

Misi itu merupakan upaya kedua Eropa mendaratkan pesawat ke Mars. Program sebelumnya gagal dijalankan oleh Inggris dengan Beagle 2 pada 2003. Pendaratan ke Mars, berjarak 35 juta mil (56 juta kilometer) dari Bumi merupakan misi yang sulit dilakukan, baik oleh Rusia dan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Perusahaan SpaceX milik Elon Musk tengah mengembangkan roket besar dan kapsul untuk mengirim orang dalam jumlah besar dan kargo ke Mars. Tujuan utama perusahaan itu adalah membuat koloni di sana.

"Saya akan meresmikan awak pesawat pertama paling cepat pada 2024. Tujuan utama misi ExoMars adalah mencari tanda kehidupan di Mars," seperti dikutip dari Reuters, Frankfurt, Senin (17/10/2016).

Pesawat luar angkasa itu membawa roket penembus atmosfer yang digunakan untuk mencari jejak gas seperti metana di sekitar planet. Peneliti meyakini unsur metana erat kaitannya dengan kehidupan di Bumi karena dianggap berasal dari mahluk hidup mikro yang punah jutaan tahun lalu. Organisme itu diyakini meninggalkan jejak gas beku di bawah permukaan planet, bahkan sejumlah mahluk hidup mungkin masih memproduksi metana.

"Nantinya, robot penjelajah Eropa akan dikirim ke permukaan Planet Mars. Robot itu akan menjadi alat pertama yang mampu bergerak di permukaan planet sekaligus menembus lapisan bawah tanah untuk mengumpulkan dan menganalisis sampel," papar dia.

Misi ExoMars 2016 yang dipimpin Badan Antariksa Eropa (ESA) bekerja sama dengan Rusia (Roscomos) ini menyediakan alat peluncur dan empat instrumen ilmiah lainnya dalam pesawat pengorbit (TGO). Kontraktor utamanya adalah Thales Alenia Space, perusahaan gabungan antara Thales dan Finmeccanica.

Biaya misi ExoMars diproyeksi mencapai 1,3 miliar euro atau setara USD1,4 miliar. NASA pada 2018 juga berencana meluncurkan sebuah pesawat luar angkasa ke Mars, atau satelit bernama InSight yang dirancang untuk mempelajari bagian dalam planet tersebut.


(HUS)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA