Tahun Ayam Api: Cakar Mukjizat Penuh Rahmat

Arpan Rahman    •    Sabtu, 28 Jan 2017 17:18 WIB
hari raya imlek
Tahun Ayam Api: Cakar Mukjizat Penuh Rahmat
Hidangan cakar ayam (Foto: The Washington Post).

Metrotvnews.com, Hong Kong: Sabtu 28 Januari menandai awal bulan baru Tahun Ayam Api. Segenap keluarga di Tiongkok akan memeriahkan perayaan, bermain kembang api, dan pesta makan. 
 
Sementara panggilan tradisi adalah menyantap makanan "penuh berkat", banyak juga penikmati akan mengunyah kudapan ringan macam "ceker phoenix," sebutan Tionghoa untuk kaki ayam.
 
Kelihatan seperti reptil dan fungsinya buat menggaruk tanah dan kandang, cakar ayam dianggap rendah, tidak dimakan dan dibuang di Barat, di mana petani sering menggilingnya jadi pakan ternak. Tapi di sebagian besar negara Asia, di mana orang lebih suka makan daging bertulang, panganan ini dianggap lezat.
 
"Tidak hanya lezat, tapi diyakini memiliki banyak kolagen, sehingga kalau Anda makan khasiatnya baik untuk kulit Anda dan membuat Anda terlihat cantik," kata Liza Chu, penulis buku panduan untuk hidangan dim sum Hong Kong, termasuk kaki ayam.
 
Di Tahun Baru, warga Tionghoa suka mengudap makanan yang dianggap penuh rahmat seperti pangsit dan ikan. Kaki ayam tidak punya makna khusus untuk Tahun Ayam Api, kendati tidak berarti itu bukan alasan yang baik buat melahapnya, kata Chu.
 
"Kita semua butuh energi ayam. Ayam Jantan yang energik. Mereka bisa menjadi sangat agresif. Mereka tidak malu-malu," kata Chu seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (28/1/2017). Mereka yang lahir di Tahun Ayam adalah "orang-orang yang sangat ramah."
 
Kaki ayam sangat penting dalam urusan kuliner di Tiongkok. Organ pencakar ini bahkan telah memainkan peran dalam ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, yang mengimpor unggas karena kekurangan produksi. Pada 2009, pemerintahan Obama menaikkan tarif atas impor ban Tiongkok dan Beijing membalas dengan memberlakukan pajak hingga 105 persen pada kaki ayam AS.
 
Dua tahun lalu, Tiongkok melarang impor unggas dari AS lantaran flu burung, pengiriman kaki ayam dari sejumlah produsen negara lain berlomba demi mengisi kesenjangan.
 
Bagi yang belum tahu, kaki ayam terasa kenyal, berlemak, dan teksturnya lezat, mirip agar-agar. Di Hong Kong, ceker disajikan dengan bawang putih, cabai, dan saus kacang hitam dalam dim sum di kedai-kedai teh.
 
Atau dapat dipasangkan dengan bir sambil menonton pertandingan bola, kata Leung Kin-keung, yang berbisnis sebuah warung kaki ayam.
 
"Saya dibesarkan dengan makan kaki ayam," kata Leung. "Kami tidak kaya" sehingga keluarga kami menyantap setiap bagian dari ayam, katanya.
 
Di Manila, Filipina, jejeran pedagang kakilima menjual ceker ditusuk lidi dan memanggangnya di atas arang.
 
"Ceker terasa berbeda dari bagian ayam biasa. Saya suka makan bagian tulangnya. Kaki ayam amat lezat disantap," kata Jacklyn Sun. 



(FJR)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

4 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA