Mesir Revisi Nama Artefak Langka yang Ditemukan di Kairo

Arpan Rahman    •    Jumat, 17 Mar 2017 18:46 WIB
peristiwa unik
Mesir Revisi Nama Artefak Langka yang Ditemukan di Kairo
Artefak Psamtek I yang sebelumnya diyakini Ramses II (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Kairo: Sebuah patung besar baru-baru ini ditemukan di Kairo. Diperkirakan itu gambaran salah satu firaun yang paling terkenal dari penguasa Mesir kuno lain. 
 
Perkiraan itu diungkap Menteri Warisan Purbakala Khaled el-Anani, Kamis 16 Maret. El-Anani mengatakan, patung raksasa yang ditemukan pekan lalu di pinggiran kota Kairo oleh tim Mesir-Jerman hampir pasti menggambarkan Psamtek I, firaun yang sedikit diketahui, berasal dari dinasti ke-26 yang memerintah Mesir antara 664 dan 610 SM.
 
"Kami tidak akan memastikan, tapi ada kemungkinan kuat bahwa itu adalah Psamtek I," kata el-Anani kepada wartawan di halaman depan museum Mesir terkenal di jantung Kairo.
 
Ia duduk hanya beberapa meter jauhnya dari bagian patung, termasuk batang tubuhnya dan kepala parsial, yang diangkut melintasi kota sebelum fajar, pada Kamis. Patung ini dianggap Ramses II, yang memerintah Mesir lebih dari 3.000 tahun silam.
 
"Ada kemungkinan, meskipun kecil, bahwa Psamtek I dibuat menggunakan kembali patung usang yang mungkin saja Ramses II," kata el-Anani, seperti dikutip Japan Times dari Associated Press, Jumat 17 Maret 2017.
 
Psamtek I, termasyhur membawa stabilitas ke Mesir setelah bertahun-tahun kekacauan, memerintah sekitar 600 tahun setelah Ramses II dan duduk di tahta Mesir berkisar selama 50 tahun. Ramses II, juga dikenal sebagai Ramses Agung, memerintah selama sekitar 60 tahun.
 
Penemuan patung kuarsit ini telah menawarkan sepotong kabar menggembirakan di saat sebagian besar dari 92 juta penduduk Mesir berjuang memenuhi kebutuhan di tengah krisis ekonomi. Industri pariwisata belum membaik kembali sejak bertahun-tahun kerusuhan menyusul pemberontakan 2011 yang menggulingkan diktator Hosni Mubarak.
 
Para pejabat Mesir muncul, tertarik untuk mengundang perhatian internasional atas temuan ini.
 
Konferensi pers mengklarifikasi identitas patung ini diadakan di museum Mesir, yang merupakan tempat koleksi terbesar artefak fir'aun di dunia, dihadiri oleh para pejabat senior pemerintah dan sejumlah diplomat.
 
El-Anani diizinkan menceritakan patung itu, memberi sambutannya setelah empat arkeolog dan pakar restorasi berbicara.
 
Dia katakan ukuran patung -- dengan ketinggian diperkirakan 9 meter dan berat tujuh ton -- adalah khas dari era Ramses II. Tapi hieroglif yang ditemukan di belakang batang patung setelah digali menunjukkan bahwa itu adalah Psamtek I.
 
"Kami tidak 100 persen yakin bahwa itu adalah Psamtek I, tetapi beri kami waktu, kira-kira beberapa minggu atau bulan lagi kami akan memastikan," katanya.
 
Hingga saat ini, kata kepala restorasi museum Mesir, Moamen Othman, yang menjadi tantangannya adalah mempersiapkan patung agar bertahan utuh dalam lingkungan yang berbeda dari tempat di mana ia tenggelam: Air dan lumpur.
 
"Sangat penting bahwa kita mempelajari proses penyesuaian lingkungan bagi patung. Ini akan memakan waktu tiga bulan untuk melakukannya," bubuhnya.
 
Patung itu nanti ditampilkan di Grand Egyptian Museum, yang belum dibuka untuk umum, dekat Piramida Giza.



(FJR)