Pelayan Ditampar karena Meminta Pengunjung Berhenti Merokok

Fajar Nugraha    •    Jumat, 04 Jan 2019 20:08 WIB
malaysiadunia unik
Pelayan Ditampar karena Meminta Pengunjung Berhenti Merokok
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Shah Alam: Polisi Malaysia mencari seorang pria setelah dia menampar seorang pelayan yang memintanya untuk berhenti merokok di ruangan restoran di Shah Alam.

Kejadian berlansung pada saat pelayan berusia 25 tahun, mendekati tiga orang yang sedang merokok di dalam restoran Ameer Corner, pada Selasa 1 Januari 2019.

"Mereka disuruh dengan sopan untuk berhenti merokok, tetapi salah seorang pria langsung menampar pelayan di muka," kata Kepala Polisi Shah Alam, Baharudin Mat Taib, seperti dikutip The Star, Kamis 3 Januari 2019.

"Kami sudah memasang tanda-tanda dilarang merokok, tetapi beberapa pelanggan masih merokok," kata pelayan yang menjadi korban, M Selvam, seperti dikutip oleh The Star.

"Aku pergi dengan sopan memberi tahu sekelompok tiga pria untuk berhenti merokok, tetapi salah satu dari mereka berdiri dan menamparku,” jelasnya.

Ketiga orang itu kemudian meninggalkan restoran setelah melakukan pembayaran. Pelayan, yang tidak menderita cedera serius, melaporkan insiden tersebut kepada pemilik restoran yang kemudian mengajukan laporan polisi.

Menurut Malay Mail, polisi memiliki rekaman CCTV dari insiden tersebut, serta kesaksian dari para saksi. “Ada juga dua pekerja lain dan lima pelanggan pada saat kejadian. Pelayan itu juga mengklaim bahwa tersangka adalah orang yang tidak biasa di restoran,” tuturnya.

Kemudian pada hari itu, Selvam dimarahi oleh pelanggan lain ketika ia mencoba menunjukkan larangan merokok. "Saya tidak tahu mengapa orang tidak bisa hanya mengikuti aturan dan bersikap seperti ini," katanya.

Di bawah aturan baru, siapa pun yang dinyatakan bersalah karena merokok di daerah terlarang. Mereka dihadapkan pada denda hingga 10.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp34 juta atau dipenjara hingga dua tahun.

Pemilik perusahaan makanan yang tidak menunjukkan tanda dilarang merokok dapat didenda hingga 3.000 ringgit Malaysia atau Rp10 juta atau dipenjara hingga satu tahun.

Pada Rabu, pemerintah telah mengeluarkan lebih dari 1.400 surat peringatan karena melanggar peraturan. Namun, Kementerian Kesehatan Malaysia akan memberi para pelanggar masa tenggang enam bulan untuk mematuhi larangan tersebut, di mana ia akan mendidik dan memperingatkan pemilik restoran dan perokok.


(FJR)