Pegawai Resto Cepat Saji Selipkan Ganja dalam Pesanan

Sonya Michaella    •    Sabtu, 04 Feb 2017 14:11 WIB
peristiwa unik
Pegawai Resto Cepat Saji Selipkan Ganja dalam Pesanan
Tempat drive thru pesanan ganja (Foto: Seacoast)

Metrotvnews.com, New Hampsire: Akibat menjual ganja dengan menyelipkannya ke dalam makanan cepat saji di Amerika Serikat (AS), seorang pegawai restoran cepat saji ditangkap polisi.

Garrett Norris, karyawan dari restoran cepat saji Burger King, para pelanggan yang datang ke restoran tersebut dan membeli lewat pelayanannya adalah pelanggan yang sebenarnya membeli ganja.

Dilansir Seacoast, Sabtu (4/2/2017), pelanggan yang ingin membeli ganja dari Norris cukup datang ke restoran cepat saji tersebut melalui antrean drive thru.

Ketika akan menyebutkan pesanan, pelanggan menanyakan dengan kode apakah 'nasty boy' sedang bertugas. Kode tersebut merujuk kepada Norris.

Bila mendapatkan konfirmasi Norris tengah bertugas, pelanggan dapat memesan ganja melalui kode selanjutnya yaitu kentang goreng dengan 'fries extra crispy'.

Jika mendapatkan kode tersebut, Norris kemudian menyiapkan ganja yang sudah ia simpan dalam lemari penyimpanan pribadinya di restoran. Lintingan ganja itu lalu dimasukkan dalam gelas kopi kosong dan dibayar saat mengambil pesanan.

"Namun kami belum mengetahui transaksi ini sudah berlangsung sejak kapan," kata Kepala Kepolisian New Hampsire, Michael Wallace.

Dilaporkan, Norris juga ditangkap bersama dengan pegawai lainnya, Meagan Dearborn, yang menjadi manajer pengganti saat penggerebekan dilakukan polisi pada Selasa pekan lalu.

"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, namun karena saya mengambil pesanan dan memberikan mereka makanan, polisi menangkap saya," katanya.

Menurut pihak kepolisian, Dearborn ditangkap karena ikut berkomplot dengan Norris terkait ganja dan kepemilikan alkohol. Wanita 19 tahun itu ditangkap polisi dalam kondisi mabuk saat bekerja.

Pihak manajemen restoran cepat saji tempat Norris dan Dearborn bekerja belum memberikan keterangan secara resmi hingga sekarang. 



(FJR)