Sejarah Penguin di Antartika Diteliti Melalui Sisa Kotoran Kuno

Fajar Nugraha    •    Rabu, 12 Apr 2017 12:46 WIB
peristiwa unik
Sejarah Penguin di Antartika Diteliti Melalui Sisa Kotoran Kuno
Sejarah Penguin di Antartika Diteliti Melalui Sisa Kotoran Kuno (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Antartika: Para ahli tengah melakukan penelitian mengenai keberadaan penguin kuno di Antartika. Menarik, mereka melakukan penelitian berdasarkan sisa kotoran kuno dari penguin tersebut.
 
Banyak spekulasi yang mengaitkan fluktuasi populasi penguin dalam beberapa tahuh terakhir, dengan perubahan iklim. Tetapi para peneliti yang mempelajari koloni penguin gentoo ingin menyelidikinya lebih dalam.
 
Tim yang dipimpun oleh British Antartic Survey, mendapatkan ide untuk menggali sampel dari kotoran kuno. Bahkan umur dari kotoran itu mencapai 7.000 ribu tahun.
 
Hasil penelitian yang akan dipublikasi di Nature pekan ini, menunjukkan bahwa pengin di koloni Pulau Ardley secara dramatis terpengaruh oleh gunung api di Pulau Deception.
 
"Kotoran kuno itu dikumpulkan dari bawah air sebuah danau di Pulau Deception dan masih memiliki aroma yang kuat," jelas pemimpin penelitian Steve Roberts, seperti dikutip AFP, Rabu 12 April 2017.
 
Namun yang paling penting adalah inti sedimen yang berada di debu vulkanik menutupi tepat penelitian. 
 
"Setidaknya dalam tiga kejadian dalam 7.000 tahun terakhir, populasi penguin hampir punah setelah tiga erupsi gunung api," tutur Roberts.
 
"Butuh waktu sekitar 400-800 tahun untuk menciptakan kembali lingkungannya," pungkasnya.
 
Penilitian dari kotoran itu menemukan tidak ada hubungan konsisten antara kondisi iklim dan populasi penguin di Pulau Ardley. Saat ini wilayah tersebut dihuni sekitar 5.000 penguin.



(FJR)