Korut Gelar Parade Militer Jelang Olimpiade Pyeongchang

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 08 Feb 2018 10:30 WIB
korea utara
Korut Gelar Parade Militer Jelang Olimpiade Pyeongchang
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un bersama jajaran anggota militernya (Foto: AFP).

Pyongyang: Korea Utara (Korut) menggelar perayaan 70 tahun Hari Angkatan Bersenjata dengan mengadakan parade. Perayaan ini dilakukan sehari jelang Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, di mana atlet Korut ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
 
Sebenarnya Hari Angkatan Bersenjata dilakukan setiap April. Namun, media lokal mengatakan per tahun ini, Hari Angkatan Bersenjata Korut diubah menjadi 8 Februari.
 
"Hari Angkatan Bersenjata diubah menjadi tanggal 8 Februari. Korut menolak kritik terhadap rencana tersebut. Tak ada yang berhak mengambil keputusan atas hal itu," tulis media lokal KCNA yang disitat dari BBC, Kamis 8 Februari 2018.
 
"Ini adalah kebiasaan mendasar setiap negara untuk merayakan Hari Militer mereka. Setiap negara akan mengambil tantangan militer dengan serius dan merayakannya," tulis media Rodong Shinmun.
 
Biasanya, Korut melakukan uji coba rudal balistik dalam setiap perayaan besar mereka. Hal ini juga diperkirakan para ahli.
 
Namun, Amerika Serikat (AS) mengatakan memilih tidak terpengaruh oleh parade tersebut dan berfokus pada pertandingan di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea Selatan (Korsel).
 
Sementara itu, pejabat pemerintah Korsel mengatakan sekitar 13 ribu tentara dan 200 peralatan militer Korut berada di dekat bandara Pyongyang.
 
"Sepertinya mereka tengah berlatih," kata pejabat tersebut.
 
Sebenarnya, Tentara Rakyat Korea didirikan pada 8 Februari 1948. Namun, Korut biasanya mengadakan perayaan militer mereka setiap 25 April.
 
Menurut Profesor Robert Kelly dari Universitas Busan, keputusan Pyongyang mengadakan parade militer biasanya bermotif politik. Namun dia memperkirakan perayaan kali ini akan dilakukan secara besar-besaran.
 
"Parade ini akan menjadi ajang Korut mengirim sinyal," tutur dia.
 
Korut menginginkan bahwa meskipun mereka hadir di Olimpiade Pyeongchang, mereka tetap tidak ingin dilupakan begitu saja. Menurut dia, Korut ingin bahwa dunia tidak menganggap remeh mereka, meski pun sudah mulai 'berdamai' dengan Korsel.



(FJR)