Jepang Gelar Pemilu di Tengah Hujan Deras Imbas Badai Lan

Willy Haryono    •    Minggu, 22 Oct 2017 12:18 WIB
politik jepang
Jepang Gelar Pemilu di Tengah Hujan Deras Imbas Badai Lan
Warga Jepang membawa payung untuk mengikuti pemilu di tengah guyuran hujan deras imbas Badai Lan, Minggu 22 Oktober 2017. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tokyo: Hujan deras imbas dari Badai Lan mengguyur beberapa bagian Jepang di tengah penyelenggaraan pemilihan umum nasional yang digelar lebih awal (snap election), Minggu 22 Oktober 2017. 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyerukan pemilu lebih awal di tengah menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap ia dan partainya. 

Partai Harapan milik Gubernur Tokyo Yuriko Koike sempat disebut-sebut menjadi rival utama Liberal Demokratik (LDP) PM Abe. Namun sejumlah jajak pendapat memprediksikan PM Abe akan meraih suara mayoritas.

Menurut Rupert Wingfield-Hayes, koresponden BBC di Tokyo, seorang pengamat menyebut banyak warga Jepang kembali memilih LDP karena tidak ada alternatif yang baik. 

PM Abe berharap LDP akan memenangkan dua per tiga mayoritas kursi, yang memungkinkan dirinya melakukan perubahan konstitusi. Secara khusus, selama ini PM Abe ingin mengubah pasukan pertahanan negara (Self-Defence Force) Jepang menjadi militer nasional untuk kali pertama sejak Perang Dunia II. 

Berlangsung di tengah hujan deras, tingkat keikutsertaan warga dalam pemilu nasional Jepang kali ini belum dapat diprediksi. Badai Lan yang merupakan kategori 4 membawa angin kencang dan hujan deras ke Jepang bagian selatan. Beberapa penerbangan dan jadwal perjalanan kereta api dibatalkan.

Menurut keterangan Agensi Meteorologi Jepang, imbas Badai Lan diperkirakan dirasakan Tokyo pada Senin dini hari.

Akhir September lalu, PM Abe menegaskan dirinya membutuhkan mandat baru untuk menghadapi beragam "krisis nasional." Krisis itu termasuk ancaman nuklir dan misil dari Korea Utara. Pemimpin Korut Kim Jong-un sempat mengancam akan menenggelamkan Jepang. Pyongyang telah menembakkan dua misilnya melewati langit Hokkaido. 

Krisis lainnya adalah kebijakan nuklir pascainsiden Fukushima dan masalah perpajakan. 

Pemungutan suara di Jepang akan berakhir pada pukul 20.00 waktu setempat.


(WIL)