Laporan Baru Sebut MH370 Menerjang Laut Dalam Kecepatan Tinggi

Fajar Nugraha    •    Selasa, 09 Aug 2016 18:28 WIB
pencarian mh370
Laporan Baru Sebut MH370 Menerjang Laut Dalam Kecepatan Tinggi
Pesawat Malaysia Airlines (Foto: Sidney Morning Herald)

Metrotvnews.com, Sydney: Laporan penyelidikan atas insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370, menunjukkan pesawat itu jatuh ke laut dalam kecepatan tinggi.
 
Tetapi pihak penyelidik dari Boeing dan penyelidik Australia menunjukkan analisa terbaru dari insiden ini. Sebelumnya beberapa ahli menyebutkan bahwa pesawat itu bisa saja jatuh dan melayang jauh, hingga masuk ke sekitar 120 kilometer wilayah pencarian pesawat saat ini di selatan Samudera Hindia.
 
"Namun berdasarkan uji coba menyeluruh oleh manufaktur pesawat, Boeing dan data dari pihak kementerian pertahanan Australia menunjukkan bahwa, pesawat memasuki laut dalam kecepatan tinggi," sebut laporan yang diraih surat kabar The Australian, seperti dikutip AFP, Selasa (9/8/2016).
 
"Ketika  MH370 kehabisan bahan bakar dan mesin terbakar, menunjukkan pesawat sempat melambat sebelum akhirnya mengarah masuk ke dalam air dan beberapa kali menukik. Termasuk turun dari ketinggian 35 ribu kaki dengan rata-rata pada 12 ribu kaki per menit dan 20 ribu kaki per menit," sebut Boeing dalam laporan itu.


Puing yang diduga berasal dari MH370 (Foto: AFP)

 
Kondisi pesawat yang menukik tajam dikonfirmasi oleh analisa data baru dari pihak Australia. Mereka menggunakan sinyal yang dikirim secara otomatis antara pesawat dan satelit.
 
"Temuan ini mendukung teori bahwa pesawat jatuh di sekitar 120 ribu kilometer per segi wilayah pencarian yang saat ini dilakukan," ujar Kepala Australian Transport and Safety Bureau (ATSB) Greg Hood.
Wilayah itu dinyatakan oleh ATSB sebagai skenario yang paling mungkin terjadi dan skenario pesawat tidak ada yang mengendalikan serta kehabisan bahan bakar. 
 
"Laporan juga menyebutkan bahwa pilot kemungkinan besar bertanggungjawab dalam insiden hilangnya pesawat. Mereka juga membantah kritikan bahwa melakukan pencarian di tempat yang salah," imbuh laporan itu.
 
Pesawat Boeing 777-200ER itu hilang pada 8 Maret 2014, dalam rute Kuala Lumpur menuju Beijing. 239 orang penumpang berada di dalam pesawat ini dan dinyatakan tewas.



(FJR)