Perang Narkoba Duterte di Filipina akan Diperpanjang

Sonya Michaella    •    Senin, 19 Sep 2016 07:23 WIB
filipina
Perang Narkoba Duterte di Filipina akan Diperpanjang
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ia memerlukan waktu enam bulan lagi untuk menuntaskan perang memberantas narkoba.

Pengakuan ini berbeda dengan janjinya dalam kampanye pemilihan presiden lalu bahwa ia akan memberantas narkotika dan kejahatan dalam tempo enam bulan pertama menjabat sebagai presiden.

"Saya tidak menyadari betapa parah dan serius ancaman narkoba di republik ini sampai saya menjadi presiden," kata Duterte, seperti dikutip BBC, Senin (19/9/2016).

"Berikan saya perpanjangan waktu, mungkin enam bulan lagi," tegasnya.

Sejauh ini lebih dari 3.000 orang mati karena pembunuhan di luar proses hukum atau pembunuhan oleh milisi sejak Rodrigo Duterte menjabat sebagai presiden pada akhir Juni.

Mantan Wali Kota Davao itu berkali-kali menyetujui penggunaan kekerasan dalam perang melawan narkotika.

Di tengah upaya tersebut, pekan lalu muncul tuduhan bahwa Duterte memerintahkan pembunuhan ribuan orang yang diduga sebagai penjahat ketika Duterte menjabat sebagai wali kota Davao.

Disebutkan pula, Duterte memerintahkan pembunuhan terhadap para musuh politiknya.

Tuduhan dikeluarkan oleh seorang mantan pembunuh bayaran yang memberikan kesaksikan di hadapan Senat Filipina di mana sat masih bergabung dengan Davao Death Squad (DDS) di Davao, dirinya diperintahkan oleh Duterte untuk membunuh Muslim dan mengebom masjid.


(WIL)