Perang Narkoba Duterte Tewaskan Wali Kota Ozamiz

Sonya Michaella    •    Selasa, 01 Aug 2017 14:39 WIB
filipina
Perang Narkoba Duterte Tewaskan Wali Kota Ozamiz
Penangkapan di rumah Parojinog. (Foto: CNN Phillipines)

Metrotvnews.com, Manila: Perang narkoba yang digalakkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, menewaskan Wali Kota Ozamiz, Reynaldo Parojinog dan istrinya.

Kepolisian Filipina melaporkan, Parojinog diduga terlibat dengan kartel narkoba. Politikus ini disebut pandai menyimpan obat-obatan terlarang, sehingga tak tercium publik. Namun, Duterte yakin bahwa Parojinog adalah salah satu dari kartel narkoba yang dicari.

"Parojinog adalah tersangka kartel obat-obatan terlarang yang paling dicari. Kami menegakkan hukum untuk melindungi orang-orang yang inginkan perdamaian di negara ini," kata Kepala Polisi Ozamiz, Jovie Espenido, dikutip BBC, Selasa 1 Agustus 2017.

Awalnya, polisi mendapat surat perintah penggeledahan rumah Parojinog yang diduga menyimpan senjata api secara ilegal. Saat razia dilakukan, penjaga rumah sempat melepaskan tembakan ke polisi dan berujung bentrokan.


Nova Echaves bersama ayahnya Reynaldo Parojinog/Facebook

Bahkan, penjaga rumah Parojinog sempat ingin melemparkan granat ke arah polisi. Urung dilakukan, granat tersebut diledakkan di dalam rumah saat bentrokan terjadi.

Baku tembak antara polisi dan penjaga rumah ini menewaskan sejumlah orang, termasuk Parojinog dan istrinya.

Selain menewaskan sejumlah orang, putri Parojinog, Nova Echaves, yang juga merupakan Wakil Wali Kota Ozamiz, ditangkap pihak kepolisian. 

Dalam penggeledahan, polisi juga turut menyita sejumlah senapan serbu, granat, pil methamphetamine, dan beberapa uang tunai.

Namun, Echavez tak terima dirinya ditangkap, terlebih ayah ibunya juga tewas dalam baku tembak tersebut.

"Saya meminta Presiden Duterte untuk menyelidiki anggota Senat! Duterte tahu siapa ayah saya!" teriak Echaves, ketika ditemui awak media.

Parojinog, yang juga menghadapi dugaan korupsi, membantah keterlibatan dirinya dalam perdagangan narkoba. Dia adalah Wali Kota ketiga yang tewas dibunuh polisi atas dugaan keterlibatan peredaran narkoba.


(WIL)